Kenaikan Gaji Polri Diyakini Tak Bisa Kurangi Budaya '86'

Kenaikan Gaji Polri Diyakini Tak Bisa Kurangi Budaya '86'

- detikNews
Rabu, 23 Agu 2006 09:17 WIB
Jakarta - Usulan Kapolri Jenderal Sutanto untuk menaikkan gaji anggotanya menjadi Rp 8,3 juta per bulan mendapat reaksi publik. Kenaikan gaji itu tidak bisa menjadi jaminan akan mengurangi budaya "86" di tubuh kepolisian."Itu memang tergantung pribadinya. Harus dievaluasi terus," kata anggota Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Erwin Indardi dalam perbincangan dengan detikcom, Rabu (23/8/2006). "86" adalah bahasa sandi untuk "dimengerti", yang di kalangan masyarakat kemudian diidentikkan dengan sogokan.Indardi menambahkan, untuk mengurangi budaya tersebut perlu dilakukan upaya yang kuat dari pemerintah dan kepolisian dalam pengawasannya."Pemerintah dan Polri harus lebih keras pengawasannya, beri tindakan keras. Karena hal ini menyangkut pribadinya," jelas Indardi.Hal serupa juga dikatakan pengamat kepolisian Adrianus Meliala. Adrianus tidak yakin kenaikan gaji perwira polisi akan mengurangi budaya "86" di tubuh kepolisian. "Ya bisa dikatakan ya dan tidak. Tapi rasanya tidak bisa memberikan jaminan," ujar Adrianus.Namun demikian baik Indardi dan Adrianus sama-sama tidak keberatan jika dilakukan kenaikan gaji polisi dengan catatan polisi mau melakukan peningkatan performance."Tidak apa-apa ada kenaikan gaji, tapi dengan catatan diiringi dengan kemampuan keuangan negara dan peningkatan kinerja kepolisian," tambah Indardi. (ahm/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait