Pasukan TNI di Kongo Rayakan HUT RI dengan Pagelaran Budaya

Pasukan TNI di Kongo Rayakan HUT RI dengan Pagelaran Budaya

- detikNews
Rabu, 23 Agu 2006 06:28 WIB
Jakarta - Peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-61 juga dilakukan pasukan TNI Garuda XX-C yang sedang bertugas di RD Kongo. Sebuah pagelaran budaya dan tarian meramaikan upacara peringatan hari lahir Indonesia tersebut.Meski sedang dilanda peperangan dan gejolak politik, hal tersebut tidak mengurangi kehidmatan pergelaran upacara tersebut. Demikian seperti disampaikan dalam rilis Puspen TNI kepada detikcom, Rabu (23/8/2006).Kontingen Garuda XX-C menampilkan bermacam tarian diantaranya tari Gopala, tari kecak dan tari Poco-poco yang berasal dari daerah Bali dan Ambon. Sebelum menampilkan gelar budaya, acara diawali dengan upacara peringatan HUT RI ke 61 yang bertindak sebagai insperktur upacara Letnan Kolonel Laut (S) Indaryanto dan komandan upacara Kapten Czi Bambang Iswandaru. Pada kesempatan upacara, Direktur of Office Ituri, Mr. Charles Gomis mengucapkan selamat atas HUT kemerdekaan RI yang ke 61 dan juga penghargaan yang setinggi-tinginya atas keberhasilan dalam pelaksanaan tugas dalam misi PBB di Kongo.Di antaranya pembuatan bandara Beni Mavivi, Perbaikan jalan Bunia-Beni, penyiapan lahan camp Bangladesh di Marabo Ituri, pemeliharaan Bandara Bunia, serta tugas lainnya yang telah dilaksanakan dengan hasil yang memuaskan. "Saya juga bangga terhadap bangsa Indonesia, karena merupakan negara pelopor terselenggaranya KTT Asia Afrika di Bandung pada saat Soekarno menjabat sebagai Presiden dan telah melaksanakan tugas yang diberikan oleh MONUC dengan sangat memuaskan." lanjutnya. Setelah upacara, para tamu undangan dari berbagai negara yang terdiri dari Komandan Brigade Ituri, Directur of Office Ituri beserta kontingen dari negara lain yang berasal dari Bangladesh, India, Uruguay, Pakistan, Nepal, Maroko, Kongo, Mesir, Malaysia, Ghana beserta staf sipil UN diwilayah Ituri menyaksikan gelar budaya.Hadir pula Militery Observer TNI (pengamat militer) yang bertugas di Kongo, yan sengaja datang dari berbagai daerah di Kongo untuk memperingati HUT RI. Tarian pertama yang ditampilkan adalah tari Gopala yang merupakan suatu tarian dari daerah Bali yang mengisahkan keceriaan para gembala sapi bersama dengan hewan-hewan piaraannya. Para penari yang berjumlah lima orang memakai pakaian daerah Bali yang sengaja dibawa oleh satgas dari Indonesia. Dilanjutkan dengan tari Poco-poco yang berasal dari daerah Ambon yang dimainkan oleh 19 personil satgas. Selanjutnya diakhiri dengan tarian Kecak yang merupakan jenis tarian Bali yang paling unik. Kecak tidak diiringi dengan alat musik, gamelan atau musik lainnya, tetapi diiringi dengan paduan suara sekitar 56 orang pria. Tarian Kecak berasal dari jenis tari Sakral "Sang Hyang". Selesai tarian Kecak para tamu berfoto bersama dengan para penari dan diakhiri dengan makan siang bersama sambil menonton film tentang budaya Indonesia dan film "TNI in Brief". (ahm/)


Berita Terkait