Ketika Lobi Israel Mencengkeram AS

Ketika Lobi Israel Mencengkeram AS

- detikNews
Rabu, 23 Agu 2006 05:53 WIB
Jakarta - Kedekatan Israel terhadap Amerika sudah tidak diragukan lagi. Lewat serangkaian lobi selama berpuluh-puluh tahun, kebijakan luar negeri Amerika cenderungmenguntungkan Israel. Hasilnya, banyak kebijakan AS yang kemudian bias terhadapkepentingan negara kecil. Demikian salah satu benang merah diskusi mengenai bertema "Lobi Israel terhadap AS dan Gerakan Neo-konservativ" di Teater Utan Kayu, Jl Utan Kayu, Jakarta Timur, Selasa (22/8/2006). Bertindak sebagai narasumber koordinator Jaringan Islam Liberal (JIL) Hamid Basyaib dan pemikir muda NU Ahmad Sahal. Menurut Basyaib, lobi Israel terhadap Amerika banyak dilatarbelakangi olehkepentingan politik kekuasaan. "Setelah kekalahan Uni Soviet, kalangan Israel semakin menekan politik luar negeri AS untuk kepentingan Israel sendiri, " katanya didepan peserta diskusi. Dan menurutnya, hal itu telah berlangsung lama dari tahun 80-an pada era perangsaudara Irak-Iran. "Keberpihakan Amerika sangat kentara, karena kepentingan politik Israel," tambahnya. Sementara alasan Amerika untuk melindungi Israel sebagai negara demokrasi di Timur Tengah, dianggap tidak masuk akal. "Di sana kewarganegaraan berdasarkan darah atau status keturunan yahudi. Diluar itu, adalah warga kelas dua," papar Basyaib bersemangat. Senada dengan Basyaib, Ahmad Sahal lebih menekankan pada ideologi lingkaran elite di tubuh Presiden AS George Walker Bush. "Sudah sejak lama kekuatan Yahudi bermetamorfosis menjadi kekuatan neo konservatif untuk mempengaruhi kebijakan luar negeri AS. Salah satunyakebijakan preventif dan pasar bebas," kata Sahal lugas. Dalam pandangan Sahal, kekuatan neokonservatif ini bermula dari sekelompok pemikir intelektual dan kalangan borjuasi Yahudi AS yang memimpikan AS sebagai kendaraan tunggal untuk mencapai tujuan Israel. "Dan dengan kekuatan unipolar itu pula, maka AS menyerang Afganistan, Irak," tambahnya. (ahm/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads