Fakultas Geografi UGM Kecewa Agung Menolak Bertemu
Selasa, 22 Agu 2006 18:44 WIB
Yogyakarta - Dekan Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada Dr Hartono DESS mengaku kecewa tidak bisa menemui Agung Kusumo, anggota tim survei, yang selamat dari musibah di perairan Papua. Sebab pihak fakultas ingin mendapat kejelasan dan kronologi secara detil mengenai musibah yang menimpa dua mahasiswa UGM, Indra Nurcahyo dan Hiswan Maryadi itu."Kami tadi pagi sudah berhasil mengontak lewat telepon kepada Agung, tapi saat ini tidak bisa dihubungi lagi. Katanya baru dalam perjalanan ke Malang Jawa Timur," kata Hartono kepada wartawan di kantor rektor UGM di Bulaksumur, Yogyakarta, Selasa (22/8/2006).Menurut Hartono, saat dihubungi pada pukul 08.00 WIB, Agung masih berada di Klaten, di rumah istrinya. Namun ketika diajak ke Yogyakarta ke fakultas Geografi untuk menceritakan kejadian yang sebenarnya, Agung tidak bersedia. Alasannya hari ini juga harus segera ke Malang untuk melaporkan kepada kantor."Kita sudah membujuk untuk dijemput di Klaten kemudian diantarkan ke Malang menggunakan mobil fakultas, tapi dia tidak mau dengan alasan harus segera melapor ke Malang," katanya.Dari hasil pembicaraan melalui telepon, kata Hartono, Agung menceritakan saat perjalanan pulang menuju Timika melalui jalur laut menggunakan speed boat, pada hari Sabtu 19 Agustus pukul 17.00 WIT, kapal mengalami musibah. Mesin kapal macet dan mati.Karena mesin macet, mereka kemudian tetap bertahan di speed boat. Tapi menjelang subuh, tiba-tiba air pasang dengan ombak tinggi. Speed boat oleng dan kemudian terdampar di dataran pasir."Kami tidak tahu secara pasti bagaimana ketiga orang itu keluar dari kapal apakah karena terpaksa. Sebab kami tahu Indra itu tidak bisa berenang. Berdasarkan cerita Agung, Indra waktu itu pakai pelampung," katanya.Ketika meminta informasi yang lebih jauh, Agung tidak bisa menceritakan secara detil. Kapal beserta peralatan logistik yang dibawa mereka di speed boat tidak diketahui dengan jelas. "Peralatan maupun logistik yang dibawa, kami tanyakan masih ada atau tidak sampai sekarang tidak diketahui, padahal ini sangat penting," tegas Hartono.Menurut dia, Agung dalam kegiatan survei dan pemetaan itu sebagai operator alat GPS (Global Positioning System). Dia adalah orang yang berhasil selamat dan mengetahui secara detil peristiwa tersebut dan sudah kembali lagi ke Yogyakarta. "Kami tidak tahu identitas dan kantor resmi Agung berangkat. Dari beberapa informasi jaringan alumni Geografi yang di Malang, dia bukan anak Unibraw ataupun Universitas Negeri Malang," kata Hartono.
(asy/)











































