Kabut Asap Ganggu Speedboat di Sungai Musi
Selasa, 22 Agu 2006 18:09 WIB
Palembang -
Agar aman dalam perjalanan di Sungai Musi, para pengguna speedboat maupun perahu ketek dari luar Palembang terpaksa mengubah jadwal keberangkatan maupun kepulangan ke Palembang. Ini sebagai akibat kabut asap di sungai Musi yang mulai menebal. "Kalau mau berangkat ke Palembang kita terpaksa berangkat pukul 10.00 pagi dan pulangnya harus pukul 15.00. Kalau tidak kita akan tersesat atau mengalami kecelakaan seperti tahun-tahun lalu," kata Bastian, warga Prajen Jaya, Banyuasin, Sumatera Selatan, Selasa (22/8/2006). Bastian adalah sopir speedboat Prajen-Sungsang-Palembang. Menurut Bastian, pernah dia hendak berangkat ke Palembang sesuai jadwal biasa yakni berkisar pukul 07.00. Tapi, itu terpaksa dibatalkan atau kembali lagi ke dermaga di Prajen, sebab jarak pandang di sungai Musi hanya mencapai 10 meter. "Lebih dari itu kabut. Saya takut kesasaran atau menabrak sesuatu," katanya. Akibat perubahan jadwal itu, dalam satu hari, Bastian yang biasanya mengangkut dua kali perjalanan, terpaksa hanya satu kali. "Perjalanan 3 jam. Setelah istirahat, mau ada penumpang atau tidak, langsung pulang. Kalau memang ada gawean terpaksa nginap di Palembang," sambungnya. Hal yang sama diungkapkan para pengangkut penyeberangan di sungai Musi yakni perahu ketek. "Kami terpaksa menyeberangkan penumpang pukul 07.00. Kalau lebih pagi, rumah-rumah di seberang tidak kelihatan," kata Mat Dolah (43), penarik perahu ketek yang mangkal di dermaga Benteng Kuto Besak Palembang. Gangguan asap juga dirasakan para pengendara mobil keluar Kota Palembang, baik dari arah Jambi maupun Lampung. Akibatnya sejumlah mobil yang melalui Jalan Lintas Timur pada pagi hari atau sore hari terpaksa memperlamban kecepatannya. "Pengalaman tahun lalu, sering terjadi kecelakaan kalau kita ngebut," katanya. Dampak lebih jauh, mobil-mobil besar seperti bus dan truk akhirnya masuk ke Palembang pada jam-jam sibuk sehingga membuat kemacetan di sejumlah jalan utama di Palembang. Penumpang Pesawat Naik Berbeda di sungai dan darat, pengguna jasa pesawat terbang tampaknya belum khawatir dengan kabut asap yang diperkirakan dari sejumlah titik api di Sumatra Selatan dan Jambi. Bahkan, terjadi kenaikan jumlah penumpang. Berdasarkan pemantauan dan informasi, jadwal penerbangan di Bandara International Sultan Mahmud Badaruddin I, belum terganggu dari bencana kabut asap. Penerbangan masih seperti biasanya. Bahkan terjadi kenaikan jumlah penumpang pesawat terbang pada musim kemarau ini. "Mungkin lantaran musim kemarau ini cuaca cerah banyak orang memilih naik pesawat," kata Ningsih, karyawan agen tiket pesawat di Jalan Kapten A. Rivai Palembang, memberi alasan bertambahnya pemesanan tiket pesawat. "Biasanya 20-30 tiket terjual dalam sehari, sekarang hingga 40 lembar," katanya. Tapi, bukan tidak mungkin kabut asap ini akan mengganggu penerbangan di Palembang sebab sampai saat ini titik api di Sumatera Selatan telah mencapai 1.565 titik api.
(nrl/)










































