Ribuan Unggas di Garut Dimusnahkan
Selasa, 22 Agu 2006 17:42 WIB
Jakarta - Menyusul kasus flu burung di Kecamatan Cikelet, Garut, Jawa Barat, Deptan hingga kini telah memusnahkan 2.496 unggas. Pemusnahan dilakukan di 4 desa, Desa Rancasalak, Desa Rancamareme, Desa Sawah Gerah, dan Desa Gadog.Hal itu disampaikan Wakil Koordinator Campaign Manager Unit Deptan Mastur Noor dalam jumpa pers di Komnas FBPI di Jalan Abdul Muis, Jakarta, Selasa (22/8/2006).Menurut Mastur, sampai saat ini Kecamatan Cikelet telah dinetralisisr dari unggas. Upaya depopulasi unggas ini dilakukan mengingat akan datangnya musim hujan Oktober nanti. Selain depopulasi, dia juga mengatakan, pemerintah melakukan upaya vaksinasi, terutama di wilayah-wilayah yang menjadi endemik flu burung.Namun demikian, ia mengakui usaha yang dilakukan pemerintah saat ini masih belum maksimal akibat terkendala pengadaan vaksin.Mengenai perkembangan kasus di Cikelet ini, Direktur Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Depkes I Nyoman Kandun mengatakan, saat ini sudah ada 18 warga yang dinyatakan suspect dan positif flu burung. Dari 18 orang tersebut, 7 orang telah meninggal dunia. 2 Dari 7 orang tersebut yakni AI (9) dan E (35) dinyatakan positif flu burung. Sedangkan U (17) yang juga positif flu burung sampai saat ini masih hidup.Sedangkan 5 orang lainnya yang meninggal, Depkes sampai saat ini belum bisa menyatakan mereka positif flu burung atau tidak."Kelima orang ini meninggal sebelum diambil spesimennya, sehingga kita belum bisa menyatakan mereka positif atau negatif," kata dia.Kelima orang itu di antaranya MIS (20 tahun) dari Desa Rancasalak, ROB (13) dari Desa Rancanmareme, AIS (5) dari Desa Jojok, dan SAT (4) dari Desa Sawahberah.Nyoman menambahkan, Depkes kini telah memberikan tablet Tamiflu secara gratis kepada seluruh warga di Kecamatan Cikelet selama 10 hari. "Total sasaran berjumlah 2.400 orang yang tersebar di 4 desa," kata dia.
(umi/)











































