273 Kabupaten di Indonesia Endemik Flu Burung
Selasa, 22 Agu 2006 17:40 WIB
Jakarta - Pemerintah terus meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran flu burung yang makin menggila akhir-akhir ini. Hingga kini sebanyak 273 kabupaten dinyatakan sebagai endemik flu burung untuk unggas.Hal itu disampaikan Ketua Harian Komnas Pengendalian Flu Burung dan Kesiapsiagaan Menghadapi Pandemi Influenza (FBPI) Bayu Krisnamuthi dalam jumpa pers di Komnas FBPI di Jalan Abdul Muis, Jakarta, Selasa (22/8/2006)."Sampai saat ini sudah 29 provinsi dan 273 kabupaten di seluruh Indonesia yang dinyatakan endemik," ungkap Bayu.Penyebaran virus flu burung, kata Bayu, sampai saat ini masih belum maksimal karena terjadi secara sporadis. Ditambah dengan kondisi alam dan sosial masyarakat Indonesia yang cukup luas."Sekali terjadi di Karo kita tangani di Karo, tiba-tiba terjadi juga di Cikelet (Garut), kemudian terjadi di Bekasi. Itu adalah bagian dari nature atau alamiah virus ini," ungkap dia.Karena itu, Bayu mengingatkan pentingnya koordinasi yang maksimal antara Depkes, Depag, Komnas FBPI dan berbagai pihak termasuk swasta dan media.Koordinasi ini untuk meningkatkan kewaspadaan karena sampai saat ini dari 62 kasus flu burung, 47 orang di antaranya meninggal termasuk kasus terakhir yang terjadi di Cikelet. Ini artinya lebih dari 70 persen penderita yang meninggal dunia.Musim HujanSelain itu, Direktur Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Depkes I Nyoman Kandun mengatakan, risiko penyebaran virus flu burung yang sporadis ini akan semakin meningkat pada musim hujan. "Memasuki musim hujan yang akan datang, sekitar Oktober, risiko flu burung semakin tinggi. Karena itu koordinasi perlu ditingkatkan terutama terhadap 29 provinsi tadi yang dinyatakan endemik flu burung," tutur dia.Namun demikian, meski sudah 29 provinsi dinyatakan endemik, kasus yang terjadi belum menunjukkan penularan dari manusia ke manusia. "Human transmission itu belum terjadi tapi untuk kewaspadaan terutama melihat kasus di Garut. Kami akan mengambil spesimen semua warga baik yang kontak atau pun nggak dengan unggas," ujarnya.Dari 117 warga Cikelet yang sudah diambil sampelnya, baru 17 orang yang dinyatakan negatif.
(umi/)











































