2 Mahasiswa UGM ke Papua Pakai Bendera CV Saga Persada

2 Mahasiswa UGM ke Papua Pakai Bendera CV Saga Persada

- detikNews
Selasa, 22 Agu 2006 16:26 WIB
Yogyakarta - Yakobus Indra Nurcahyo (24) dan Hiswan Maryadi (26), mahasiswa dan alumnus Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada (UGM), melakukan survei ke Kabupaten Asmat, Papua menggunakan bendera CV Saga Persada. Kepergian keduanya bukan rekomendasi fakultas. Hal ini disampaikan Dekan Fakultas Geografi UGM Dr Hartono DESS kepada wartawan di kantor rektor UGM di Bulaksumur Yogyakarta, Selasa (22/8/2006). "Kegiatan mereka bukan atas nama Fakultas Geografi tapi CV Saga Persada yang dipimpin Anto yang saat ini berada di Papua dan kami selalu kontak dengan dia terus sekarang ini," kata dia. Dia menyatakan secara personal beberapa orang di Laboratorium Kartografi mengenal Anto sebagai seorang surveyor dan pimpinan CV Saga Persada. Namun belum pernah berhubungan kerjasama secara resmi melalui lembaga di fakultas. Bahkan alamat pasti perusahaan tersebut tidak diketahui."Kegiatan ini kami memang tidak tahu sama sekali terutama teman-teman di Lab Kartografi. Baru Minggu kemarin kami diberitahu oleh Pak Anto sebagai penanggung jawab kegiatan, bila ada dua mahasiswa Geografi yang ikut survei kena musibah di sana," ujar dia. Menurut dia, jam terbang Y. Indra Nurcahyo dan Hiswan Maryadi sebagai seorang anggota surveyor dan pemetaan sudah dapat diandalkan. Baik Indra maupun Hiswan sudah beberapa kali ikut proyek pemetaan yang dilakukan oleh Laboratorium Kartografi, antara lain di Aceh, Jawa Timur dan Papua. Pada tahun lalu, mereka juga pernah pergi ke wilayah Kabupaten Asmat untuk kegiatan penelitian yang sama. Sedang tahun ini berangkat lagi dengan tim yang berbeda. "Kalau dari sisi pengalaman, mereka bukan seorang surveyor pemula. Mereka berdua sebenarnya sudah punya bekal yang cukup sebagai seorang surveyor," kata Hartono didampingi Ketua Jurusan KPJ Suharyadi dan staf pengajar Fakultas Geografi UGM Akbar Andi.Baik Hartono maupun Sofian Effendi sebagai Rektor UGM sangat menyayangkan keikutsertaan dua orang tersebut dalam kegiatan itu. Sebab kegiatan itu bukan seraca resmi lewat institusi UGM maupun Fakultas Geografi dan tidak ada jaminan secara resmi bila terjadi sesuatu. "Ini jadi repot seperti kasus nasib TKI. Tapi bagaimana pun juga mereka itu adalah anggota keluarga besar kita," tegas Sofian Effendi. (asy/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads