WHO: Tidak Ada Bukti Penularan Flu Burung Antarmanusia
Selasa, 22 Agu 2006 16:19 WIB
Garut - Kasus flu burung masih bermunculan di Indonesia. Namun sejauh ini, para pakar kesehatan dunia tidak menemukan bukti penularan flu burung antarmanusia di Indonesia. Tepatnya di daerah Cikelet, Garut, Jawa Barat, tempat ditemukannya tiga penderita flu burung.Demikian disampaikan juru bicara Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (22/8/2006).Pakar-pakar WHO beserta pakar Indonesia telah melakukan investigasi atas wabah H5N1 di daerah tersebut. Sejauh ini sudah tiga kasus yang dipastikan flu burung, dua penderita di antaranya meninggal. Sementara tiga kasus kematian lainnya yang diduga flu burung juga terjadi sejak bulan lalu. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran akan adanya kasus flu burung berkelompok atau cluster.Investigasi WHO difokuskan ke tiga desa di Garut yang masing-masing dihuni oleh sekitar 200 hingga 400 orang. "Meski beberapa kematian yang belum terdiagnosa ini terjadi pada anggota keluarga yang positif terkena flu burung, namun hasil investigasi menemukan tidak ada bukti transmisi manusia-ke-manusia serta tak ada bukti bahwa virus tersebut menyebar lebih mudah dari burung ke manusia," demikian statemen WHO.Ditegaskan WHO, warga paling berpotensi tertular virus flu burung saat membuang bangkai ayam atau dalam persiapan mengkonsumsi unggas yang sakit atau mati."Cara-cara itu saat ini, dianggap sebagai sumber infeksi untuk kebanyakan kasus yang telah dipastikan atau masih diduga flu burung," imbuh WHO.Petugas masih terus melakukan pemeriksaan dari rumah ke-rumah. Obat-obatan anti-virus juga dibagikan ke warga yang dekat dengan kasus-kasus flu burung tersebut. Pemerintah Indonesia telah melaporkan 46 korban jiwa akibat flu burung, atau yang tertinggi di dunia.
(ita/)











































