Warga Libanon Diselamatkan Pembalut Wanita
Selasa, 22 Agu 2006 16:07 WIB
Jakarta - Banyak nyawa warga Libanon yang menjadi korban serangan Israel diselamatkan oleh pembalut wanita. Pembalut ternyata sangat berguna dalam menyelamatkan korban perang."Pembalut ternyata sangat membantu sekali dalam menyelamatkan rakyat Libanon," cetus Aksi Cepat Tanggap (ACT) Rescue Commander, Eko Yudho dalam jumpa pers di MP Book Point, Jalan Puri Mutiara, Cipete, Jakarta Selatan, Selasa (22/8/2006).Eko Yudho mengetahui peran penting pembalut ini ketika datang langsung ke Timur Tengah mengantarkan bantuan rakyat Indonesia buat warga Libanon. Eko heran sebagian bantuan uang Rp 1,1 miliar itu dibelikan pembalut wanita oleh sebuah organisasi profesi yang membantu mereka mengantarkan bantuan itu."Pembalut memang tidak mahal, namun 20%-30% tempat penyimpanan barang bantuan kita itu diisi oleh pembalut. Saya jadi berpikir, apa memang banyak sekali wanita Libanon membutuhkan pembalut?," ungkap Eko.Eko yang datang membawa bantuan bersama 2 rekan ACT lainnya kemudian mencari tahu alasan banyaknya bantuan berupa pembalut wanita itu. "Ternyata setelah saya cari tahu, pembalut itu dipakai buat merawat luka supaya cepat kering," ucap Eko yang kemudian tersenyum.Bantuan ACT ini dihimpun dari ratusan lembaga dan perorangan di Indonesia. Bantuan uang tunai ini kemudian dibelanjakan barang di Yordania untuk disalurkan ke Libanon. Sebagian besar dibelanjakan untuk makanan dan obat-obatan, dengan sebagian kecilnya untuk pembalut wanita.Untuk penyampaian bantuan di Libanon, ACT bekerja sama dengan 2 lembaga kemanusiaan, Jamiah Nakobat dan Al Munashara Islamic Zakat for Palestinian People. Saat ini ACT masih mengumpulkan bantuan tahap kedua untuk rakyat Libanon yang akan diserahkan pada bulan Ramadhan nanti.
(asy/)











































