Singapura Tidak Kirim Pasukan Perdamaian ke Libanon
Selasa, 22 Agu 2006 14:44 WIB
Jakarta - Singapura tidak ikut mengirimkan angkatan bersenjatanya untuk bergabung dengan pasukan penjaga perdamaian Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) ke Libanon. Alasannya, selain jumlah pasukannya kecil, Singapura lebih fokus dalam pengamanan wilayah regional ASEAN.Hal itu dikatakan Menteri Pertahanan Singapura Teo Chee Hean usai bertemu Menteri Pertahanan Indonesia Juwono Sudarsono di gedung Departemen Pertahanan, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Selasa (22/8/2006)."Kami menawarkan untuk tidak mengirimkan pasukan perdamaian karena pemerintah Singapura lebih memfokuskan ke pengamanan regional khususnya di Singapura dan kawasan Asia Tenggara," kata Teo Chee Hean saat ditanya kenapa negaranya tidak seperti negara di ASEAN lainnya seperti Indonesia, Malaysia dan Brunei Darussalam.Dijelaskan dia, meski saat ini Singapura tidak ikut mengirimkan pasukan tetapi sebenarnya Singapura telah ikut memberikan kontribusi dalam pasukan perdamaian, yaitu ketika terjadi konflik di Kamboja, Timor Leste dan keikutsertaannya di Aceh Monitoring Mission (AMM).Teo Chee juga mengakui negaranya memang tidak memiliki banyak personel angkatan bersenjata dan itu menjadi salah satu faktor ketidakikutsertaan Singapura pada pasukan perdamaian PBB ke Libanon."Angkatan bersenjata Singapura tidak seperti negara lainnya yang memiliki personel angkatan bersenjata yang lebih besar," ujarnya.
(ken/)











































