Penderita Sakit Jiwa Mengamuk, Empat Orang Tewas Dibantai

Penderita Sakit Jiwa Mengamuk, Empat Orang Tewas Dibantai

- detikNews
Selasa, 22 Agu 2006 14:30 WIB
Kupang - Seorang warga Dusun Wailein, Desa Mangaleng, Kecamatan Klubagolit, Kabupaten Flores Timur, yang diketahui sementara sakit jiwa, mengamuk dan membantai tujuh anggota keluarganya. Empat orang di antaranya tewas ditempat, sementara tiga lainnya dalam kondisi kritis. Pelaku yang diketahui berinisial PND (60) tersebut melakukan aksinya saat bersama anggota keluarganya yang lain tengah menjaga ibu kandungnya yang sakit berat. PND yang semula diam, tiba-tiba mengambil sebilah parang dan langsung menyerang tujuh saudaranya yang berada di dalam rumah.Empat korban tewas dalam insiden itu yakni Dominikus Doni Dihen (60), Petronela Prada Sari (63), Ina Kristina Bota (61) dan Pati Heri (20). Sementara tiga korban luka berat yakni Agnes Barek (63), Pati Guna (7) dan Mamun Sare. Korban tewas mengalami luka bacok di bagian wajah, kepala, tangan dan leher. Sementara tiga korban luka-luka mengalami bacokan di bagian badan. Stefanus Doni, kerabat dekat para korban, di RSUD Larantuka, Selasa (22/8/2006), mengatakan, kejadian tersebut terjadi Minggu (20/8/2006) malam. Tidak ada satu pun anggota keluarga lainnya yang berani mendekat ketika PND mengamuk karena pria itu semakin brutal. "Kami semua berlarian ke luar rumah karena takut," kata Stefanus. Menurutnya, pelaku pernah menetap di Malaysia selama 10 tahun sebagai tenaga kerja Indonesia. "Sekembalinya dari Malaysia, dia mulai menunjukkan gejala sakit jiwa. Semula ia adalah pemuda baik-baik," ujar Stefanus.Kapolres Flores Timur AKBP Abdul Syukur yang dihubungi secara terpisah mengatakan, pelaku telah diamankan di Polsek Adonara Timur. "Memang ada laporan yang bersangkutan sakit jiwa. Tetapi polisi akan tetap melakukan proses hukum dan menggunakan ahli jiwa untuk memastikan apakah benar pelaku sementara sakit jiwa atau tidak," kata Kapolres. (nrl/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait