Ketua MPR:
RI Bukan Bawahan Israel
Selasa, 22 Agu 2006 12:52 WIB
Jakarta - Israel memprotes rencana kehadiran pasukan perdamaian dari negara-negara yang tidak memiliki hubungan diplomatik dengannya, termasuk Indonesia. Menurut Ketua MPR Hidayat Nurwahid, pernyataan Israel tidak perlu digubris."Indonesia tidak perlu mendengar apa yang dikatakan Israel. Indonesia adalah anggota PBB dan bukan bawahan Israel," ujar Hidayat usai mengikuti pengambilan sumpah Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Jimly Asshiddiqie di Kantor MK, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Selasa (22/8/2006).Menurut dia, yang terpenting adalah Indonesia dan Libanon sama-sama anggota PBB dan OKI. Hal itu sudah cukup menjadi alasan keterlibatan Indonesia di Libanon. "Libanon bukan kawasan Israel, jadi saya tidak berwenang melarang kehadiran Indonesia di negara itu. Isreal tidak boleh membuat tafsir macam-macam," ujar dia.Kader PKS ini menambahkan, resolusi Dewan Keamanan (DK) PBB untuk gencatan senjata Israel dan Libanon belum menyelesaikan masalah. Resolusi ini tidak menghentikan invasi Israel ke Palestina. "Padahal invasi ini justru menciderai demokrasi yang ingin dikembangkan AS di Timur Tengah," terang Hidayat Nurwahid.
(san/)











































