Menhan: Penolakan Israel Hanya untuk Ulur-ulur Waktu
Selasa, 22 Agu 2006 12:45 WIB
Jakarta -
Penolakan Israel pada pasukan perdamaian Indonesia dan Malaysia dengan alasan tidak memiliki hubungan diplomatik dianggap strategi Israel untuk tetap menempatkan pasukannya di Libanon."Jadi tidak masuk akal. Itu hanya ulah Israel untuk mengulur-ngulur waktu saja," kata kata Menhan Juwono Sudarsono usai menerima Menhan Singapura Teo Chee Hean di kantor Dephan, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa (22/8/2006).Juwono menjelaskan, sebenarnya tidak ada syarat tertentu bagi negara-negara yang tergabung dalam pasukan perdamaian PBB karena keikutsertaan negara-negara tersebut sepenuhnya ditentukan oleh kewenangan PBB sendiri."Yang menentukan itu PBB, bukan Israel. Karena pada tahun 1957 kontingen Garuda I kita juga menjadi peace keeping operation di wilayah sengketa Israel dan negara-negara Arab," tutur Juwono yang juga guru besar ilmu politik UI ini.Mengenai permintaan Israel agar pasukan perdamaian juga ditugaskan untuk melucuti senjata Hizbullah, Juwono menegaskan jika hal itu sepenuhnya diserahkan kepada pemerintah Libanon."Semua personel bersenjata Hizbullah ditangani oleh pemerintah dan tentara Libanon. Kita di UNIFIL (United Nations Interim Force In Libanon) hanya mem-back up saja," imbuh Juwono.Sementara mengenai keberangkatan 1.000 pesonel TNI yang akan bertugas di Libanon, hal ini masih menunggu keputusan dari PBB. Namun Juwono menuturkan bahwa Menlu Hassan Wirajuda terus melakukan kontak dengan perwakilan RI di PBB."Kita harapkan dalam hari-hari ini ada mandat yang jelas tentang tugas peace keeping operation, kapan dan di mana bertugas. Tapi kita persiapkan tim aju (pendahuluan) berjumlah 12 orang, termasuk 3 personel dari Deplu untuk menjadi tim awal datang ke sana," jelas pria kelahiran Ciamis ini.
(ndr/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































