RI-Singapura Bahas Hak Tradisional Latihan Militer

RI-Singapura Bahas Hak Tradisional Latihan Militer

- detikNews
Selasa, 22 Agu 2006 12:16 WIB
Jakarta - Indonesia dan Singapura masih membahas masalah hak tradisional yaitu hak penggunaan wilayah Indonesia untuk latihan militer oleh tentara Singapura. Hingga kini pembahasan masih ada kendala karena perbedaan pendapat kedua negara.Hal itu disampaikan Menhan Juwono Sudarsono dalam jumpa pers usai bertemu Menhan Singapura Teo Chee Hean di kantor Dephan, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa (22/8/2006).Juwono menjelaskan, kedatangan Menhan Singapura ke Indonesia selain melihat pelatihan Elang Singapura-Indonesia juga akan membahas kerjasama di bidang pertahanan.Seperti diketahui, pada akhir Agustus ini Mabes TNI dan Mabes Angkatan Bersenjata Singapura akan membicarakan perjanjian kerjasama pertahanan di Jakarta. Pertemuan itu akan membahas 6 butir masalah di antaranya soal hak tradisional yaitu hak penggunaan wilayah Indonesia dan hak Singapura untuk kerjasama dengan Indonesia di bidang pertahanan termasuk penggunaan wilayah untuk latihan bersama dua angkatan bersenjata."Keenam butir ini masih dalam tahap pembicaraan. Pada pertemuan terakhir Januari lalu, masih ada perbedaan tafsiran tentang masing-masing butir termasuk hak tradisional untuk latihan. Ini akan dibicarakan kedua negara atas Mabes TNI dan angkatan bersenjata Singapura akhir bulan ini atau awal September di Jakarta," jelasnya.Keenam butir masalah yang akan dibicarakan antara lain hak tradisional untuk latihan, akses terhadap laut Indonesia, yuridiksi, masa berlaku perjanjian, keikutsertaan pihak ketiga dan penyelesaian perselisihan. Enam butir itu masih dalam tahap pembicaraan lebih lanjut.Menhan juga mengatakan, sebenarnya Indonesia-Singapura sudah sering melakukan kerjasama pertahanan termasuk latihan bersama. Kerjasama terakhir adalah pengamanan Selat Malaka bersama dengan Malaysia."Kita dapat bantuan teknis cukup banyak dari Singapura untuk membantu AL dan AU agar patroli terkoordinasi antara Indonesia, Malaysia dan Singapura terlaksana dengan baik," ujar dia. (san/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads