Drama 'Nadine-Mooryati' Digelar di Bundaran HI
Selasa, 22 Agu 2006 11:54 WIB
Jakarta - Penderitaan karyawan Hotel Sheraton Mustika Yogyakarta belum berakhir. Setelah rumahnya hancur berantakan akibat gempa, upah mereka pun tidak dibayarkan penuh. Bahkan uang kesehatan dihilangkan.Tuntutan mereka secara baik-baik tampaknya tidak diperhatikan manajemen PT Mustika Princes Hotel, anak perusahaan PT Mustika Ratu. Tidak ada pilihan lain, puluhan karyawan yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Mandiri itu pun menggelar aksi demo di Bundaran HI, Jakarta, Selasa (22/8/2006). Lokasi demo sengaja dipilih tidak berjauhan dengan tempat menginap para finalis Putri Indonesia 2006 yang disponsori Mustika Ratu di Hotel Nikko, Jalan MH Thamrin.Upah karyawan yang rata-rata sudah bekerja sekitar 10 tahun itu hanya dibayarkan sebesar 25 persen atau sekitar Rp 125 ribu. Tindakan manajemen ini menyulut kemarahan karyawan, karena dianggap bertentangan dengan sikap Mooryati yang jika tampil di media massa terlihat peduli dengan orang kecil.Mereka menuntut supaya tidak ada PHK dan manajemen dari hotel yang kini tengah direnovasi akibat gempa itu kembali mempekerjakan karyawan dengan posisi semula. Mereka juga minta upah dibayarkan 100 persen, mendapat tunjangan kesehatan dan THR.Starwood sebagai operator hotel tersebut juga diminta memberikan subsidi bagi karyawan yang rumahnya hancur akibat gempa sebesar Rp 25 juta, Rp 15 juta untuk yang rumahnya rusak 50 persen, dan Rp 5 juta untuk rumah yang rusak di bawah 5 persen.Aksi demo karyawan ini sempat diselingi atraksi happening art yang memperagakan Mooryati dan Putri Indonesia 2005, Nadine Chandrawinata. Dalam aksi itu, seorang buruh yang memperagakan gaya Mooryati berpura-pura berbicara kepada Nadine. "Nadine kamu sekarang sudah jadi Putri Indonesia karena kamu memiliki 3B, bengis, brutal dan biadab," tuturnya dengan lemah lembut.Setelah Nadine jadi-jadian menyatakan diri sanggup mengemban tugasnya, Mooryati lalu meminta Nadine membawa puluhan buruh tersebut kembali ke Yogya karena ia tidak ingin para buruh merusak acara Putri Indonesia besutannya. Nadine lalu mengikatkan tali ke leher tiga buruh dan menyeretnya berputar keliling Bundaran HI. Aksi demo buruh masih berlangsung hingga pukul 11.10 WIB. Aksi dilanjutkan di depan Hotel Nikko, tempat puluhan finalis Putri Indonesia 2006 dikarantina.Federasi Serikat Pekerja Mandiri mengancam, jika aksi ini tidak ditanggapi maka mereka akan menggelar aksi ke DPR pada 23 Agustus. Dilanjutkan pada 24 Agustus di Hotel Sheraton Surabaya, dan 25 Agustus aksi Graha Mustika Ratu. Puncak aksi saat final Pemilihan Putri Indonesia pada 25 Agustus di Teater Tanah Airku TMII. Mereka mengancam akan mengacaukan perhelatan itu.
(umi/)











































