Beruntung Ada Nelayan di Pulau Puriri, Timika
Senin, 21 Agu 2006 17:35 WIB
Jakarta - Speed boat yang ditumpangi 6 orang terbalik di laut Pulau Puriri, Timika. Dari enam orang itu, baru tiga orang yang ditemukan selamat. Mereka ditolong oleh sejumlah nelayan yang kebetulan berada di pulau tak berpenghuni itu. Sementara tiga orang lainnya masih hilang. Beruntung ada nelayan yang singgah di Pulau Puriri, sekitar 45 menit perjalanan dengan speed boat dari Pelabuhan Timika. Pulau ini tidak dihuni secara permanen oleh warga atau nelayan. Jadi, jangan dibayangkan di pulau ini ada bangunan rumah. Menurut Kasat Polair KP3 Timika, AKP Abas, Pulau ini hanya sering dikunjungi oleh para nelayan dari Timika. "Kebiasaan mereka, biasanya tinggal di sana dua atau tiga malam, kalau sudah dapat ikan, mereka akan membawa hasil tangkapannya ke kota," ujar Abas saat berbincang-bincang dengan detikcom, Senin (21/8/2006). Selama tinggal di Pulau Puriri, para nelayan hanya mendirikan tenda-tenda darurat. Para nelayan inilah yang menyelamatkan tiga orang yang menaiki speed boat naas itu. Ketiganya, Agung (mahasiswa Universitas Negeri Malang), Yeremias (PNS Kabupaten Asmat), dan Amir (awak speed boat) terdampar di pulau ini. "Jadi, ketiga orang yang berhasil diselamatkan itu, karena pertolongan para nelayan ini. Jadi, kami terbantu sekali dengan keberadaan para nelayan itu," ujar dia. Laut di kawasan Pulau Puriri ini memang termasuk laut lepas yang berombak besar. Kondisinya cukup mengerikan. Di kawasan laut inilah, beberapa waktu lalu, para kru Jejak Petualang TV7 juga terkena musibah. "Tapi, kejadian yang dialami kru TV7 yang lalu lebih parah daripada ini, karena berada di pulau yang tidak disinggahi nelayan," ujar dia. Ombak besar inilah yang mengakibatkan tiga penumpang speed boat lainnya hilang. Ketiganya adalah Indra Nurcahyono (mahasiswa tingkat akhir Fakultas Geografi UGM), Iswan (almunus Fakultas Geografi UGM), dan Laapik (awak speed boat). Kecelakaan speed boat ini terjadi pada Sabtu (19/8/2006) lalu. Hingga kini, Tim SAR masih belum berhasil menemukan ketiganya. "Kami berharap semoga mereka bisa segera ditemukan dalam kondisi selamat," harap Abas. Malam ini, Tim SAR menghentikan penyisiran di laut di kawasan Pulau Puriri. Selain gelap, ombak di laut tersebut juga sangat besar. Rencananya, Tim SAR akan kembali melanjutkan penyisiran pada Selasa (22/8/2006) besok.
(asy/)











































