Gelap Datang, 2 Mahasiswa UGM Belum Ditemukan

Gelap Datang, 2 Mahasiswa UGM Belum Ditemukan

- detikNews
Senin, 21 Agu 2006 16:34 WIB
Jakarta - Gelap telah menghampiri Timika, Papua. Untuk sementara, pencarian dua mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) masih belum berhasil. Tim SAR yang telah berjibaku melawan ombak sejak pagi hingga sore hari, belum berhasil menemukan kedua mahasiswa Fakultas Geografi ini. "Malam ini pencarian dihentikan dulu dan besok akan kami lanjutkan," kata Kasat Polair Komando Pengawasan dan Pengamanan Pelabuhan (KP3) Timika, AKP Abas, saat dihubungi detikcom pukul 18.15 WIT atau 16.15 WIB, Senin (21/8/2006). Saat dihubungi, Abas baru saja meninggalkan kawasan Pulau Puriri, kawasan yang menjadi tempat terbaliknya speed boat yang ditumpangi dua mahasiswa UGM itu. "Saya baru saja kembali, sementara Tim SAR bermalam di Pulau Puriri, untuk melanjutkan pencarian besok pagi," ujar Abas yang ikut terjun dalam penyisiran ini. Hingga saat ini, dua mahasiswa UGM, Indra Nurcahyono dan Iswan, serta Laapik (awak speed boat), masih belum berhasil ditemukan. Sejak penyisiran digelar Minggu (20/8/2006) kemarin, Tim SAR baru menemukan tiga orang, yaitu Agung (mahasiswa Universitas Negeri Malang), Yeremias (PNS Kabupaten Asmat), dan Amir (awak speed boat). Ketiganya ditemukan dalam kondisi selamat. Ombak di kawasan Pulau Puriri sejak pagi hingga sore hari ini cukup besar. Bahkan, akibat ombak besar, pencarian dua mahasiswa UGM itu sempat dihentikan sejenak. Setelah itu, penyisiran pun dilakukan kembali di sekitar Pulau Puriri. "Menjelang malam, ombak semakin besar. Dan ini sangat berbahaya bagi keselamatan Tim SAR. Perahu karet kami tidak kuasa menahan laju ombak yang sangat besar ini," ujar dia. Tim SAR yang dikerahkan mencari dua mahasiswa UGM ini berasal dari Basarnas dan Satpolair Timika, serta Polres Asmat. Dikerahkan juga 3 perahu karet dari Basarnas dan 3 speedboat dari Polres Asmat. Sejumlah boat milik nelayan juga dikerahkan. Malam ini, Tim SAR akan bermalam di Pulau Puriri ini, sebagaimana pada Minggu (20/8/2006) malam. Mereka menginap di bawah tenda-tenda darurat yang mereka dirikan. (asy/)


Berita Terkait