Kalla: Golkar Sulit Jadi Oposisi
Senin, 21 Agu 2006 13:01 WIB
Jakarta - Jadi partai kritis tampaknya sulit dilakukan Partai Golkar. Pasalnya misi visi Golkar adalah kemajuan pembangunan. Apa pun yang terbaik akan didukungnya."Golkar sifatnya ialah pembangunan karya, karena itu saya kira Golkar susah menjadi oposisi. Karena misi visi Golkar adalah kemajuan pembangunan," ungkap Ketua Umum Partai Golkar Jusuf Kalla.Kalla menyampaikan hal itu saat memberi sambutan dalam penutupan Rakernas I Soksi 2006 di Hotel Shangri La, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Senin (21/8/2006).Kalla yang juga menjabat sebagai Wapres menegaskan lagi, Golkar tidak punya ideologi atau bukan partai yang berdasarkan pada satu ideologi tertentu. "Jadi apa pun yang terbaik untuk bangsa ini kita akan mendukung," tegasnya.Meski begitu, Kalla menegaskan, hubungan Golkar dengan pemerintah merupakan hubungan yang kritis, objektif dan profesional. Golkar akan terus memberikan kritik tajam kepada pemerintah secara objektif dan proporsional.Menanggapi pernyataan Soksi soal tidak adanya kemajuan dalam era reformasi, Kalla tidak yakin. Bagaimana pun selama 7 tahun ini sudah terjadi perubahan dalam pemerintahan Indonesia yang mengarah ke perbaikan."Dulu pemerintahan kita sentralisasi dan sekarang berubah jadi otonom, semua diatur daerah masing-masing meski ada aturan dari pemerintah pusat," ujarnya.Kalla juga menyentil soal korupsi. Menurut dia, tingkat korupsi di pusat saat ini mengalami penurunan yang cukup signifikan. "Saya menggaransi korupsi di pusat turun, karena korupsi ada karena ada power," ujarnya. Selain sudah tidak ada kekuatan lagi, kebebasan pers juga menjadi salah satu faktor lain turunnya korupsi. Karena dengan kebebasan pers di mana-mana praktik korupsi kini mulai diungkap.Sementara itu terkait masalah ideologi Pancasila yang dinilai merosot, Kalla mengatakan, hal itu hanyalah sebuah pergeseran."Kita tidak mengatakan bahwa pelaksanaan Pancasila saat ini lebih buruk daripada pelaksanaan Pancasila zaman dulu. Yang penting sekarang adalah bagaimana ideologi Pancasila masuk dalam tindakan masing-masing orang dan ideologi adalah satu pegangan hidup," bebernya.
(umi/)











































