Syafitri Stabil, Tim Dokter Mulai Berikan Susu
Senin, 21 Agu 2006 10:56 WIB
Jakarta - Kondisi kritis sudah dilewati bayi berkepala dua Syafitri. Perkembangannya kini stabil dan mulai diberikan susu lewat pompa infus. Upaya ini untuk mengurangi ketergantungan Syafitri terhadap infus.Pemberian infus yang terlalu lama dikhawatirkan bisa menyebabkan Syafitri terkena infeksi."Hari ini kita sedang melakukan pemberian minuman susu, masih 10 cc dulu. Kalau nanti lebih baik, akan kita lanjutkan sampai 30 cc, baru setelah itu bisa kita buka infusnya," ungkap ketua tim dokter yang menangani Syafitri, dr Ketut Lila Murti, kepada detikcom dan Elshinta di RS Pelni, Jalan KS Tubun, Petamburan, Jakarta, Senin (21/8/2006).Bayi Syafitri yang sudah 4 hari dipindah ke ICU masih akan terus diberikan asupan minuman sebagai langkah perawatan bertahap. Pemberian asupan minuman itu dilakukan 3 jam sekali.Sampai saat ini tim dokter RS Pelni yang bekerja sama dengan RS Jantung Harapan Kita dan RSCM belum bisa melakukan upaya apa pun dalam memperbaiki saluran pencernaan Syafitri yang bocor dan keadaan jantungnya yang kompleks."Kita masih mencari siapa saja yang mau berjibaku. Karena kalau jantungnya mau dioperasi bisa berisiko kematian di meja operasi, jadi maju kena mundur kena," tutur Ketut.Sampai saat ini tim dokter belum bisa memprediksi sejauh mana Syafitri bisa bertahan hidup dengan kondisinya tersebut.
(umi/)











































