Pencegahan Massal Flu Burung di Garut Perlu Dilakukan

Pencegahan Massal Flu Burung di Garut Perlu Dilakukan

- detikNews
Senin, 21 Agu 2006 09:24 WIB
Jakarta - Virus flu burung H5NI kembali mengganas. Giliran wilayah Desa Cikelet, Garut, Jawa Barat yang menjadi korban. Virus mematikan ini menyerang beberapa orang penduduk desa, korban manusia pun mulai berjatuhan. Karena itu perlu dilakukan upaya pencegahan massal di desa ini."Perlu dilakukan konsep mass geographycal prophylaxis yakni pencegahan massal pada seluruh warga desa tersebut," kata Ahli Pulmonologi Fakultas Kedokteran UI Dr Tjandra Yoga Aditama saat berbincang dengan detikcom di Jakarta, Senin (21/8/2006).Menurutnya cara yang dilakukan dengan memberi obat obat oseltamivir pada seluruh warga desa itu. "Mesti diberikan profilaksis / obat oseltamivir pada satu desa di mana ada kasus itu," tutur Yoga yang juga bekerja sebagai dokter ahli paru di RS Persahabatan.Dia menuturkan langkah praktis yang harus diambil yakni harus mencakup 90% penduduk, warga desa tidak boleh keluar dari daerah tersebut dan harus segera dilakukan bila kasus masih kurang dari 20 orang dalam 3- 4 minggu pertama sakit teridentifikasi."Cara ini pernah dilakukan di Thailand, tapi memang model ini hanya dapat dilakukan di daerah pedesaan," ucap Yoga,Menurutnya, nantinya seluruh penduduk diberikan oseltamivir atau Tamiflu 1 X 75 mg selama 10 hari, lalu kemudian dapat diteruskan 10 hari lagi, bahkan bisa sampai 6 (hasil penelitian kasus kontrol)-8 minggu (hasil penelitian terbuka).Dijelaskan oleh dia, penjelasan rinci tentang konsep ini telah dimuat dalam 2 Jurnal Ilmiah Internasional, yaitu oleh Neil M. Ferguson dkk di jurnal Nature Agustus 2005 dan oleh Ira M. Longini Jr dkk di jurnal Science Express Agustus 2005 juga."Usaha pencegahan meluasnya flu burung dengan model mass geographycal prophylaxis, dilaporkan memberi hasil efektif," urainya.Namun dia mewanti-wanti cara ini agar cepat dilakukan agar wabah tidak segera berkembang dan pengawasan dari petugas pengawas terutama untuk mencegah mobilisasi penduduk dan unggas."Ini perlu untuk melokalisir penyakit. Selama ini memang pemerintah sudah melakukan berbagai cara memerangi virus ini, tapi masih kurang intensif sehingga perlu ditingkatkan lagi penanganannya," ujar Yoga.Lebih jauh dia menjelaskan penyuluhan kesehatan, penanganan unggas perlu diberikan pada masyarakat. "Masyarakat harus diberi tahu bagaimana merawat unggas yang baik sesuai ilmunya dan juga mencuci tangan setelah melakukan aktivitas," imbuhnya.Dia pun menginformasikan hidup sehat perlu dilakukan penduduk Indonesia karena saat ini flu burung belum ada obatnya. Sementara tamiflu digunakan karena hanya obat ini yang efektif mencegah flu burung, selain itu obat ini dibuat jauh sebelum flu burung muncul."Untuk sementara ada 3 obat baru yang sedang diteliti, yang memang dibuat untuk mengobati flu burung diantaranya yakni tramivir dan Zanamivir," tandasnya. (ndr/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads