Israel Tolak Tentara Indonesia dan Malaysia
Senin, 21 Agu 2006 06:53 WIB
Israel - Israel enggan menerima pasukan perdamaian PBB dari negara yang tidak memiliki hubungan diplomatik dengan mereka. Pejabat Israel beranggapan negara-negara itu mendukung perjuangan Hizbullah."Israel tidak ingin melihat di dalam pasukan multinasional itu, ada tentara dari negara yang pemerintahnya mendukung Hizbullah," demikian sebuah pernyataan dari pemerintah Israel saat rapat kabinet mingguan seperti dikutip AFP, Senin (21/8/2006).Suara penentangan dengan tegas dinyatakan langsung pemimpin pemerintahan Israel, yakni Perdana Menteri Israel Ehud Olmert. Dia menyatakan penolakannya atas pengiriman pasukan dari negara yang dianggap pro Hizbullah."Israel menentang partisipasi kontingen pasukan multinasional dari negara yang tidak mempunyai hubungan diplomatik," ujar Olmert, hal ini dikatakannya di situs koran Yediot Aharonot.Senada dengan perdana menteri mereka, Duta besar Israel di PBB Dan Gillerman dan Menteri Luar Negeri Israel Tzipi Livni pun menyatakan hal serupa. Menurut mereka akan sangat sulit untuk menerima partisipasi pasukan PBB dari negara yang tidak memiliki hubungan dengan Israel, seperti Indonesia dan Malaysia.Namun pemerintah Israel justru menaruh kepercayaan besar kepada Turki. Olmert berharap Turki akan mengambil peranan penting dalam pasukan multinasional di Selatan Libanon. "Turki memiliki kepercayaan dari bangsa Israel dan dapat memainkan peran sebagai pencipta stabilitas di wilayah ini," kata Olmert setelah bertemu Menteri Luar Negeri Turki Abdullah Gul. Sementara itu Uni Eropa telah mempersiapkan sedikitnya 15 ribu tentara yang akan bergabung dalam pasukan perdamaian PBB. Perancis selaku negara yang pernah menjajah Libanon mulai pun sudah mempersiapkan 200 tentaranya.
(ndr/)











































