'Mbah Marijan' Ikut Pawai Budaya, Presiden SBY pun Tertawa

'Mbah Marijan' Ikut Pawai Budaya, Presiden SBY pun Tertawa

- detikNews
Minggu, 20 Agu 2006 17:39 WIB
Jakarta - Pawai budaya yang hingar bingar ditutup dengan rombongan dari Yogyakarta, pukul 17.10 WIB, Minggu (20/8/2006). Sekitar 20-an orang menggelar atraksi musibah gempa 27 Mei silam. Miniatur Gunung Merapi juga diangkut, lengkap dengan 'Mbah Marijan'-nya. Tak ayal, hal ini membuat Presiden SBY tertawa kecil.Biasanya, setiap ada rombongan pawai lewat, SBY bertepuk tangan dan tersenyum. Tapi ketika melihat rombongan Yogya, tawa SBY pun pecah. Delegasi Yogyakarta mengenakan atribut hitam-hitam seperti terkena abu Gunung Merapi. Ada yang memakai topi terbuat dari panci, dandang dan alat rumah tangga lainnya. Juga ada tikar hitam,juga kena abu Merapi.Sebuah kendaraan dibawa serta, kendaraan itu membawa Gunung Merapi jadi-jadian. Seorang lelaki ada di dekat gunung palsu itu. Pembaca acara menyebut pria itu personafikasi dari Mbah Marijan, tokoh lokal yang moncer namanya ketika Merapi meletus.Di bawahnya lagi ada seorang pria yang membakar kemenyan. Ada lagi yang selamatan dengan menghadap gunungan yang biasa ada saat Sekatenan. Ketika di depan SBY, gunungan itu terbelah dan di dalamnya munculah perempuan serba hitam melambaikan selendangnya.Peserta lainnya tampak berlari panik ke segala arah untuk menggambarkan keresahan bencana gempa 27 Mei silam.Pukul 17.10 WIB, pawai berakhir. SBY masuk ke Istana Merdeka seraya melambai ke ribuan penonton.PengamananPawai dalam rangka HUT ke-61 Indonesia ini diamankan oleh ratusan aparat keamanan. Puluhan tentara bersenjata laras panjang tampak berjajar di Medan Merdeka Utara. Polisi yang diterjunkan adalah 2 kompi Brimob, 2 kompi Samapta Polda Metro Jaya, 2 kompi dari Polres Jakpus, 100 Paspampres dan aparat berseragam sipil. (nrl/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait