Amien Salahkan Penulis Naskah Pidato SBY
Minggu, 20 Agu 2006 17:11 WIB
Jakarta - Penulis pidato kenegaraan Presiden di depan rapat paripurna DPR dinilai teledor. Akibat ketelodoran sang penulis, Presiden membacakan pidato dalam suatu kesempatan formal sambil membacakan data-data soal kemiskinan yang usang.Hal tersebut disampaikan Ketua Majelis Pertimbangan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais ketika ditanya wartawan usai pembukaan acara Silaturahim Nasional Kader Eksekutif dan Legistlatif PAN di Hotel Sahid, Jalan Sudirman, Jakarta, Minggu (20/8/2006)."Saya kira yang nomor satu disalahkan itu penulis pidato, karena presiden yang membacakan pidato dalam kesempatan resmi sampai membacakan data-data yang usang. Dan ada unsur-unsur manipulasi. Itu judulnya public lies," ujarnya. Penurunan angka kemiskinan yang dibeberkan SBY di depan DPR pada 16 Agustus yakni dari 23,4 persen pada 1999 menjadi 16 persen pada tahun 2005. Data ini dinilai anggota DPR basi, karena tidak memuat data terbaru mengenai angka kemiskinan yang oleh sebagian pengamat ekonomi ditengarai naik terus. Data dari Tim Indonesia Bangkit, angka kemiskinan naik. Yakni dari 16 persen per Februari 2005 menjadi 18,7 persen per Juli 2005 sampai 22 persen per Maret 2006.Amien menegaskan, yang seharusnya disalahkan sebenarnya adalah penulis naskah pidato tersebut. Meskpiun demikian, Amien tidak serta merta menyalahkan SBY."Saya tidak langsung menyalahkan SBY, tapi mungkin harus dilihat dulu bagaimana Presiden bisa terjerumus membacakan data yang sudah usang. Dan itu jatuhnya kepada pengelabuan rakyat," jelas Amien.Sesungguhnya menurut Amien, ada kepentingan yang lebih besar dari pemerintah untuk memulihkan legitimasi SBY yang mulai mengendor. Mestinya diperlukan sebuah kejujuran dalam berkuasa dan tidak mengelabui. Seorang pemimpin harus tidak ragu meminta informasi dari bawahannya."Saya khawatir ini akan lebih menukik lagi. Tidak ada salahnya seorang pemimpin itu meminta data kepada stafnya," tegasnya.Apakah perlu sanksi moral atau hukum? "Kalau di AS itu sudah jadi huru-hara, tapi di sini alhamdulillah tidak menjadi huru-hara tidak terjadi apa-apa," timpalnya.Amien pun membandingkan dengan kasus Watergate, penyebab jatuhnya Presiden AS Richard Nixon, dan kasus Bill Clinton yang selingkuh dengan Monica Lewinsky. "Di negeri ini kebohongan itu sudah menjadi hal yang lumrah, cuma karena ini di tingkat yang atas, lebih berat," tuturnya.
(ddn/)











































