Berjuang Lewat Jalur Independen

Menunggu Pilkada di Aceh (2)

Berjuang Lewat Jalur Independen

- detikNews
Minggu, 20 Agu 2006 13:46 WIB
Banda Aceh - Undang-undang Pemerintahan Aceh (UUPA) menjadikan calon-calon yang berlaga di pilkada di Aceh tak hanya milik partai. Sebab, orang-orang dari jalur independen juga dimungkinkan maju dengan syarat mengumpulkan KTP dan tanda tangan dari 130 ribu warga Aceh yang tersebar di sekitar 50 persen kabupaten/kota dan kecamatan se-Aceh.Sejumlah nama sudah santer terdengar, mulai dari mantan anggota DPR, jenderal purnawirawan, petinggi GAM sampai aktivis, beberapa di antaranya sudah pula mendeklarasikan diri. Mayjen (Purn) M.Djali Yusuf, mantan Panglima Kodam Iskandar Muda, adalah satu dari sekian nama yang sudah dipastikan bakal maju dalam pilkada gubernur/wakil gubernur NAD. Pekan lalu, M.Djali Yusuf mendeklarasikan dirinya bersama RA Syauqas Rahmatillah di Takengon, Aceh Tengah. Kemudian ada juga mantan anggota DPR RI, Ghazali Abbas Adan, yang berpasangan dengan Shalahuddin Alfata. Selama menjadi anggota DPR RI, Ghazali dikenal cukup vokal menyuarakan Aceh. Nama-nama lain diperkirakan masih akan menyusul. Seperti Ketua Presidium Sentral Informasi Referendum Aceh (SIRA) Muhammad Nazar. Orang nomor satu di SIRA ini memastikan diri maju dari jalur independen. Semula, Nazar akan memakai kendaraan GAM untuk maju dalam pilkada. Setelah pertemuan GAM sedunia beberapa waktu lalu, nama Nazar berhasil menempati urutan pertama -- setelah dilakukan voting -- sebagai calon wakil gubernur pilihan GAM yang berpasangan dengan salah satu petinggi GAM, Nashiruddin bin Ahmed. Sayangnya, beberapa hari kemudian GAM menyatakan secara lembaga, GAM tidak akan ikut dalam pilkada di Aceh. Tetapi, secara pribadi orang-orang GAM boleh ikut berlaga di pilkada. Nashiruddin akhirnya juga memilih untuk mundur. Tapi agaknya Nazar tak patah arang. Merasa punya basis massa yang jelas -- setelah berkali-kali berhasil mendatangkan massa dalam jumlah yang besar dalam beberapa acara di Banda Aceh -- Nazar memastikan diri untuk maju."Saya tetap menjadi calon wakil gubernur dan akan berpasangan dengan Irwandi Yusuf. Salah satu petinggi GAM dan juga senior representatif GAM di AMM," akunya pada detikcom, Minggu (20/8/2006).Pasangan ini diprediksi mencoba meraup suara dari simpatisan dan pendukung GAM dan juga anggota SIRA yang tersebar di seluruh kawasan di Aceh. Boleh jadi, pasangan ini bakal jadi kuda hitam dalam pilkada di Aceh. Alasannya, Nazar menunjukkan dirinya memiliki massa yang riil ketika digelarnya peringatan setahun Perjanjian Damai GAM-RI di Banda Aceh. Sedikitnya, 500 ribu orang dari berbagai wilayah di Aceh berkumpul di Banda Aceh. Dengan dibukanya jalur independen, partai-partai agaknya harus bekerja ekstrakeras untuk memperebutkan suara.Pelaksanaan pilkada di seluruh wilayah di Aceh direncanakan akan dilakukan secara serentak. Dari 21 kabupaten/kota se-Aceh, hanya Bireuen dan Aceh Selatan saja yang tidak akan menggelar pilkada secara serentak akrena dua bupati di kabupaten tersebut berakhir masa tugasnya pada 2007 dan 2008 mendatang. (nrl/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads