Sekjen PBB:
Israel Langgar Gencatan Senjata
Minggu, 20 Agu 2006 12:28 WIB
New York - Sekjen PBB Kofi Annan mengaku prihatin dengan serangan Israel ke Libanon timur pada Sabtu pagi. Dengan serangan itu, berarti Israel melanggar gencatan senjata.Dalam pernyataan yang dikeluarkan 19 Agustus 2006 di situs resmi PBB, Annan mengatakan Israel telah melanggar perjanjian penghentian kekerasan yang dituangkan dalam resolusi DK PBB no 1701.Pasukan perdamaian PBB di Libanon atau United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) pun mencatat sejumlah pelanggaran wilayah udara oleh pesawat Israel."Semua pelanggaran terhadap resolusi membahayakan suasana damai yang tercipta setelah proses negosiasi dan melanggar otoritas pemerintah Libanon," tegas Annan.Annan pun langsung menghubungi PM Israel Ehud Olmert dan Perdana Menteri Lebanon Fouad Saniora terkait masalah ini. Annan mendesak DK PBB segera dikirimi laporan harian mengenai upaya penghentian kekerasan oleh kedua belah pihak yang bertikai.Resolusi DK PBB yang memerintahkan gencatan senjata antara Libanon dan Israel diteken pada 14 Agustus lalu. Namun selang beberapa hari, Israel mulai gatal dan kembali menyerang Libanon, khususnya wilayah timur Libanon.Sabtu (19/8/2006) pagi, pesawat tempur dan helikopter Israel menyerang sasaran di sekitar desa Buday. Bahkan, seperti dilansir AFP, pasukan Israel mengenakan seragam pasukan Libanon sebagai kamuflase.
(ddn/)











































