Menunggu Pilkada di Aceh (1)
Partai-partai Mengusung Calon
Minggu, 20 Agu 2006 12:11 WIB
Banda Aceh - Menyusul disyahkannya Qanun Pilkada Aceh, calon-calon kepala dan wakil kepala daerah mulai mendeklarasikan dirinya. Pemasangan spanduk, penyebaran stiker dan memasang iklan di koran lokal menjadi hal yang wajib dilakukan. Kader-kader terbaik diusung masing-masing partai, meski ada juga partai yang memajukan jago-jago yang bukan merupakan kadernya. Partai Golkar boleh dibilang sangat percaya diri dengan mengusung dua kader terbaiknya,. Fuad Sayed Zakaria dan Malik Raden. Sayed saat ini tengah memegang tampuk kepemimpinan di DPRD NAD. Sedangkan Malik Raden, anggota DPD dari NAD. Sementara, Partai Perrsatuan Pembangunan (PPP) mengajukan Humam Hamid dan Hasbi Abdullah, keduanya bukan orang PPP. Kedua calon ini menyebut dirinya sebagai H2O, alias Humam Hasbi Oke. Humam Hamid merupakan aktivis HAM dan juga akademisi. Sedangkan Hasbi Abdullah, mantan petinggi GAM. Sebelum dipenjara karena keterlibatannya di GAM, Hasbi adalah salah satu dosen di Fakultas Ekonomi Unsyiah. Hasbi bebas dari penjara ketika mendapat amnesti di era Habibie.Dengan memajukan petinggi GAM, PPP agaknya membidik suara para simpatisan GAM. Hasbi Abdullah boleh dibilang cukup punya pengaruh di kalangan sepuh GAM. Sebab selain sudah merasakan pahitnya sel penjara selama 14 tahun, Hasbi merupakan adik kandung petinggi GAM yang selama ini bermukim di Swedia, Zaini Abdullah. Sementara Partai Amanat Nasional (PAN) berkoalisi dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Adalah Azwar Abubakar yang kini menjabat wakil gubernur NAD yang dimajukan PAN. Azwar dipasangkan dengan M.Nasir Djamil, orang PKS yang kini duduk di DPR RI. Sedangkan Partai Bulan Reformasi (PBR) memajukan Tamlicha Ali yang disandingkan dengan orang PBR, Mukhlis Mukhtar, yang kini duduk di DPRD NAD. PBR berkoalisi dengan PKB, Partai Demokrat dan PNUI. Partai lainnya yang juga sudah menyiapkan calonnya adalah Partai Bulan Bintang (PBB). Sebelum menetapkan pasangan Iskandar Husin-M.Saleh Manaf, PBB sempat mencalonkan mantan Sekdaprov NAD, Thantawi Ishak, sebagai calon wakil gubernur. Untuk maju, PBB berkoalisi dengan tujuh partai non kursi, PPD, PKPB, PDK, Partai Patriot Pancasila, Partai Merdeka, PNI Marhaenisme dan PBSD.Sayangnya, sampai saat ini Komisi Independen Pemilihan (KIP) NAD belum memastikan kapan pendaftaran calon bakal dibuka."Semula memang kita jadwalkan pada 23 Agustus ini. Tapi kemungkinan berubah. Satu karena molornya pengesahan Qanun Pilkada. Kemudian, kemarin dilakukan rapat Tripartit antara KIP, Pemprov NAD dan DPRD. Dari pertemuan itu, sudah ada kesimpulan. Tapi semuanya masih menunggu rapat pleno KIP NAD. Jadi sampai saat ini belum ada keputusan," terang Kabag Humas KIP NAD, Nasir Zalba pada detikcom, Minggu (20/08/2006).Diperkirakan Nasir, keputusan tahapan Pilkada Aceh akan segera disosialisasikan paling telat pekan depan. "Karena semuanya memang minta Pilkada dipercepat, pak gubernur, pak Wapres, AMM. Semoga pekan depan ini sudah ada keputusan dan kita akan publikasikan syarat-syarat pendaftarannya," tandas dia .
(nrl/)











































