Warga Desa Qana Hidup Menderita

Catatan Anggota DPR di Libanon

Warga Desa Qana Hidup Menderita

- detikNews
Minggu, 20 Agu 2006 01:14 WIB
Libanon - Kesedihan masih menyelimuti warga Desa Qana, Libanon, setelah tentara Israel menyerang desa itu pada Minggu 30 Juli 2006 silam.Selain jatuhnya ratusan korban jiwa, bom-bom yang dijatuhkan mesin tempur Israel dari udara benar-benar meluluhlantakkan infrastruktur di desa itu.Menurut catatan, setidaknya 295 nyawa manusia melayang sia-sia, dan 40 diantaranya berada dalam satu bangunan rumah."Sebagian besar adalah wanita dan anak-anak," ujar anggota DPR dari FPKS Suryama M Sastra dalam pesan singkat yang diterima detikcom, Sabtu (19/8/2006) malam.Warga yang selamat kini hanya bisa meratapi kepergian sanak famili dan kerabat mereka. Setelah 19 hari, jenazah para korban baru bisa dikuburkan, tak lama setelah Israel membuka blokade di daerah tersebut."Pemakaman mereka baru dapat dilakukan Jumat kemarin, setelah blokade Israel dibuka. Kami berdoa dihadapan makam mereka, kemudian menjejakkan kaki di reruntuhan bangunan, masjid dan rumah yang menjadi saksi kejahatan perang Israel," tutur Suryama yang juga anggota Komisi II DPR.Suryama kemudian mengutip terjemahan sebuah ayat al Quran yang menggambarkan penindasan yang dilakukan sekelompok orang, hanya karena dia meyakini agama tertentu."Dan mereka tidak menyiksa orang-orang mu'min itu melainkan karena orang-orang mu'min itu beriman kepada Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji. Penggalan surat al Buruuj itu terngiang-ngiang terus, mengokohkan jiwa, tak goyah oleh terik mentari di bumi para syuhada ini," tuturnya lagi.Sebagaimana diwartakan sebelumnya, 3 anggota DPR dari FPKS Soeripto, Suryama, dan Luthfi Hasan Ishak bertolak menuju Libanon pada Selasa 15 Agustus 2006 malam.Sebelum mencapai Libanon, anggota DPR yang didampingi sejumlah relawan medis ini singgah di Damaskus, Suriah. (fjr/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads