Gunakan Seragam Pasukan Libanon, Israel Serang Desa Buday
Sabtu, 19 Agu 2006 22:09 WIB
Libanon - Israel lagi-lagi menunjukkan arogansi, kelicikan dan kekejiannya. Meski gencatan senjata dengan Libanon telah disepakati enam hari lalu, tentara Israel kembali melancarkan serangan jauh ke dalam bagian timur Libanon.Bahkan, dalam serangan tersebut, pasukan Israel mengenakan seragam pasukan Libanon sebagai kamuflase. Demikian ujar sejumlah warga sebagaimana dilansir AFP, Sabtu (19/8/2006).Sementara itu angkatan bersenjata Israel menyatakan satu anggota pasukannya tewas dan dua lainnya terluka saat pasukannya menggelar operasi untuk mencegah masuknya persenjataan dari Iran dan Syiria untuk gerilyawan Hizbullah.Perdana Menteri Libanon Fuad Siniora dan Menteri Luar Negeri Fawzi Sallukh menyatakan pihaknya telah memprotes utusan PBB yang berjanji meminta Israel menghentikan kekerasannya di wilayah Libanon."Mereka berjanji untuk meminta Israel menghentikan kekerasannya," ujar Sallukh setelah pertemuan dengan utusan PBB yang berkunjung Vijay Nambiar dan Terje Roed-Larsen.Sedangkan Siniora menyalahkan operasi pasukan Israel sebagai kejahatan terang-terangan terhadap kesepakatan gencatan atas permusuhan yang ditetapkan oleh Dewan Keamanan (DK) PBB. Kesepakatan yang dimaksud adalah Resolusi PBB Nomor 1701.Militer Libanon dan juru bicara Hizbullah menyatakan pasukan Israel saling bersitegang selama sekitar 1 jam sebelum keluar dari wilayah tersebut.Helikopter Israel mendaratkan 2 kendaraan Hummer di pegunungan di wilayah Afqa, sekitar 30 kilometer sebelah timur Baalbek.Kendaraan tersebut kemudian bergerak ke arah timur dekat desa Buday, hingga kemudian terjadi benturan dengan gerilyawan Hizbullah.Tentara Israel menyerang sebuah sekolah di Buday, sementara helikopter bersenjatanya memberondong daerah tersebut dengan tembakan senapan mesin. Pesawat tempur Israel juga memborbardir gerilyawan Hizbullah.Tak lama kemudian, helikopter kembali dan mengangkut 2 Hummer tersebut.Peristiwa ini merupakan insiden terbesar sejak PBB menyerukan gencatan senjata pada Senin 14 Agustus lalu.
(fjr/)











































