Foto 'Lost Lives' RSJ di Indonesia Mengguncang Jiwa
Sabtu, 19 Agu 2006 19:19 WIB
Jakarta -
Siapa peduli dengan orang-orang sakit jiwa? Simaklah foto-foto karya John Stanmeyer di majalah Time Asia terbitan bulan Agustus 2003 ini.Foto lama memang, namun karena kisah foto ini berjalan-jalan dari satu milis ke milis yang lain hingga kini, Sabtu (19/8/2006), foto-foto itu tampak aktual selalu. Jiwa pun terguncang melihatnya."Pusat kesehatan mental di Asia lebih mirip seperti penjara ketimbang rumah sakit." Begitulah kalimat pembuka artikel bertajuk "Lost Lives". Fotografer John Stanmeyer pun mengabadikan penderitaan dalam kesunyian itu.Ada 23 foto yang dipersembahkan. Foto 1-4 berlokasi di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) di Cina yang tempatnya cukup bersih, lumayan modern, dan dihuni orang dewasa. Lalu foto 5-8 di Pakistan yang dihuni anak-anak kecil, tempatnya cukup lusuh dan suram. Foto 9-12 di Kamboja yang tempatnya cukup terawat dan dihuni kebanyakan orang dewasa.Begitu sampai ke foto 13, rasa kaget pun menggetarkan jiwa. Ada 3 pria bugil. Dua pria di antaranya dengan tatapan kosong, satunya lagi sedang duduk meringkuk. Ruangannya tampak jorok dan dekil. Dindingnya mengelupas tak karu-karuan.Yang lebih mengagetkan lagi, foto itu diambil di Indonesia! "Penjara? Pusat Sakit Mental di Asia --seperti pada foto ini di Indonesia-- kerap lebih terlihat sepeti menghukum ketimbang menyembuhkan." Begitu tulisan yang menyertai foto tersebut.Foto-foto berikutnya lebih mengejutkan lagi hingga miris rasanya. Pada foto 14 terlihat 3 pasien perempuan yang tidur meringkuk dan duduk di WC! Salah satunya bahkan bugil. Foto diambil dari Panti Bina Laras Cipayung, Jakarta Timur. Foto ini menjadi cover foto esai "Lost Lives" di situs.Foto 16, 19 dan 22 menyajikan pasien-pasien yang diborgol dan dirantai, beberapa di antaranya juga tanpa busana. Foto 20 menyuguhkan belasan pasien perempuan dalam satu ruangan. Kebanyakan dari mereka tidur di lantai dan lagi-lagi beberapa di antaranya tanpa busana.Demikianlah! Foto 13-23 dijepret John Stanmeyer di Indonesia. Itu artinya, foto dari Indonesia mendapat porsi terbanyak, yakni 10 foto. Bandingkan dengan Cina, Pakistan, dan Kamboja yang masing-masing 4 foto, itu pun gambarnya tidak sedramatis RSJ di Indonesia.Selain melalui majalah Time Asia, 23 foto itu juga dapat dicermati melalui situsnya dengan judul Photo Essay Lost Lives dengan mengklik tulisan "begin photo essay".Sungguhkah sedemikian parahnyakah fasilitas RSJ di Indonesia? Sebegitu tidak pedulikah pemerintah Indonesia terhadap para pasien gangguan jiwa? Semoga potret kehidupan yang selama ini terabaikan itu bisa menggugah jiwa yang melihatnya... Semoga...
(sss/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































