Pemprov Riau Tagih Janji Menhut Perluas Taman Nasional
Sabtu, 19 Agu 2006 17:39 WIB
Pekanbaru - Menhut MS Kaban berjanji akan memperluas Taman Nasional Tesso Nilo. Namun janji itu tidak pernah ditepati. Kini kawasan taman itu dipenuhi aktivitas pembalakan liar, pengusahaan lahan ilegal sampai kebakaranhutan."Belum lama ini Menhut berjanji memperluas wilayah taman dari 38 ribu menjadi 100 ribu hektar. Tapi janji itu belum juga terealisasi. Padahal kini kawasan taman terus mendapat berbagai bentuk penekanan," ungkap Wakil Gubernur Riau Wan Abu Bakar di kediamannya Jalan Sisingamangaraja,Pekanbaru, Sabtu (19/8/2006).Menurut Wan, belum adanya perluasan taman nasional memungkinkan berbagai bentuk penekanan akan terus terjadi. Saat ini, di dalam kawasan taman mulai terbentuk dusun-dusun kecil di mana masyarakatnya merambah kayu-kayu alam. Padahal idealnya sebuah kawasan taman nasional tidak diizinkan adanya pemukiman penduduk."Kalau Menhut tidak menepati janjinya, maka saya khawatir luas taman nasional akan terus berkurang. Mestinya pemerintah pusat bisa menyikapi kondisi taman yang terus menjadi jarahan masyarakat," harapnya. Menurut Wan, sepanjang bulan Agustus ini, di kawasan taman nasional terdapat 169 titik api. Kondisi ini menekan gajah-gajah liar keluar dari habitatnya. Sebab taman nasional juga merupakan kawasan konservasi gajah-gajah liar di Riau."Sekarang ini lebih dari 40 ekor gajah liar meninggalkan kawasan taman nasional. Penyebabnya tidak lain karena adanya kasus kebakaran hutan di tengah taman," kata Wan.Terkecuali itu, masyarakat di dalam taman terus bertambah. Mereka memenuhikebutuhan hidupnya dari hasil penebangan kayu-kayu alam di kawasan taman. Bila kondisi ini terus dibiarkan, maka luas taman akan terus berkurang."Padahal Menhut dan Gubernur Riau pernah sama-sama tidur dalam taman itu untuk melihat secara langsung berbagai bentuk tekanan. Walau begitu, tak juga ada niat Menhut untuk segera memperluas status taman nasional," keluh Wan.
(umi/)











































