Menkes: Flu Burung Garut Bukan Cluster Baru
Sabtu, 19 Agu 2006 11:44 WIB
Jakarta - Wabah flu burung terus menerpa warga Indonesia. Terakhir di Garut, Jawa Barat, ditemukan pasien yang diduga menderita akibat terserang virus H5N1 itu. Namun Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari tidak sependapat jika penemuan di Garut dikatakan cluster baru flu burung."Belumlah, orang semuanya negatif. Ini masih diteliti, mudah-mudahan semuanya negatif," kata Menkes di sela-sela peresmian SD Merah Putih di Lebak Bulus, Jakarta, Sabtu (19/8/2006).Namun demikian, Depkes tetap waspada karena pasien flu burung beberapa hari ini terus bertambah."Semalam ada ibu hamil (35). Sekarang lagi diperiksa dan memang ada tanda-tanda penyakit pneumonia (radang paru-paru). Tapi mudah-mudahan negatif lagi," harap Menkes.Menkes juga mengaku tidak tahu apakah penyakit flu burung dapat menulari bayi yang dikandung seorang ibu yang terkena penyakit tersebut."Belum ada yang tahu di dunia ini. Kita masih pantau saja," tandas Menkes.Sedangkan mengenai pasien suspect flu burung bernama Umar yang enggan dibawa ke rumah sakit, Menkes mengaku tidak bisa menghukum anak tersebut dengan UU Wabah. "Karena dia tidak menularkan wabah," ucap Menkes singkat.UU Nomor 4 Tahun 1984 tentang Wabah. UU ini diterapkan pemerintah untuk menanggulangi penularan infeksi virus flu burung. Warga yang menghalangi usaha pemerintah menanggulangi wabah flu burung terancam 1 tahun penjara dan denda Rp 1 juta.
(ahm/)











































