Pasukan Libanon Masuk ke Selatan Libanon
Sabtu, 19 Agu 2006 06:39 WIB
Khiam - Pasukan Libanon akhirnya masuk ke selatan Libanon. Sementara PBB semakin memantapkan diri untuk membentuk pasukan perdamaian. Seperti diberitakan AFP Sabtu (19/8/2006), Pasukan Interim PBB di Libanon (UNIFIL) berencana menambah 3.500 tentara untuk memperkuat 2.000 tentara yang sudah ada dalam 10 hari. Israel sudah berjanji untuk mundur dari Libanon selatan yang luluh lantak dalam sebulan agresi.Pasukan Libanon sudah mengambil posisi di kota Khiam, 7 km dari perbatasan. Kota berpenduduk 35.000 orang ini rusak berat dibom Israel. Khiam selama ini menjadi kota pertahanan Hizbullah.Italia serta beberapa negara seperti Indonesia, Malaysia, Turki sudah menegaskan kesiapannya untuk mengirim pasukan perdamaian. Sedangkan Pakistan dan bulgaria masih berpikir-pikir untuk itu.UNIFIL yang sudah berusia 28 tahun dan pasukan tambahan Libanon akan mengawal gencatan senjata antara Libanon dan Israel. Mereka akan bertugas sampai 15.000 pasukan perdamaian yang disiapkan DK PBB tiba di Libanon.Libanon terikat perjanjian 1949 dengan Israel. Dalam perjanjian itu, Libanon hanya boleh menempatkan maksimum 1.500 tentara di Libanon selatan."Oleh karena itu Hizbullah lebih tampak dominan di sana, tapi tentara tetap berperan membantu korban perang," ujar Dubes Libanon untuk Indonesia Hassan Muslimani di dalam sebuah seminar beberapa waktu lalu.
(fay/)











































