Demam Sepakbola 17 Agustus
Jumat, 18 Agu 2006 23:30 WIB
Palembang - Demam Piala Dunia 2006 berakhir Juli lalu. Tapi, gemanya masih terasa di Palembang, setidaknya saat masyarakat merayakan hari kemerdekaan 17 Agustus 2006. Hampir di setiap kampung diselenggarakan perlombaan sepak bola. Pesertanya mulai anak-anak, remaja, dewasa dan ibu-ibu. Aturan mainnya pun tergantung besarnya lapangan. Kalau kecil, pemainnya paling banyak 5 orang per tim dan tidak pernah sampai 11 orang seperti umumnya tim sepakbola. Waktu pertandingan juga hanya 20 menit buat anak-anak dan ibu-ibu, dan 60 menit remaja dan orang dewasa. Uniknya lagi, penonton dan pemain yang menjadi hakim garis, lalu "wasit kampung" yang memutuskan. Semua pertandingan sepakbola ini, dapat dikatakan, tidak mengenakan sepatu. "Kalau pakai sepatu, tidak semua orang kampung punya. Juga yang punya pun tidak boleh menggunakan agar pemain yang telanjang kaki tidak sakit atau terluka," kata Koming, panitia 17-an Talanggading, Palembang, Jumat (18/8/2006). Biarpun "kampungan" nama-nama tim yang ikut bertanding cukup hebat. Ada yang menggunakan nama negara seperti Brasil, Jerman, Inggris, Italia, Belanda dan Jepang, juga nama-nama klub terkenal dari luar, seperti AC Milan, Juventus, MU, Liverpool, dan Chelsea. Piala yang diperebutkan pun bermacam-macam, mulai dari bingkisan buku, pakaian hingga alat-alat dapur. "Ya, hadiah tetap seperti sebelum-sebelumnya, tergantung dana yang ada," kata Koming. Lantaran libur panjang, pertandingan sepakbola itu diselenggarakan hingga Minggu 20 Agustus atau Senin 21 Agustus mendatang.
(fay/)











































