Danai TNI ke Libanon, Pemerintah Ambil Rp 374 M dari APBN-P
Jumat, 18 Agu 2006 15:46 WIB
Jakarta -
Pemerintah kini sudah tidak bingung untuk mendanai pasukan TNI yang akan menjadi pasukan perdamaian PBB di Libanon. Pemerintah sudah menetapkan mengambil dana Rp 374 miliar dari APBN-P tahun 2006. "Itu dana bridging. Nanti PBB akan bayar ulang tiga atau empat bulan lagi," kata Wakil Presiden Jusuf Kalla dalam keterangan pers di kediaman dinasnya, Jl. Diponegoro, Jakarta Pusat, Jumat (18/8/2006). Saat ini, pemerintah telah menyiapkan 1.000 personel TNI untuk dikirim ke Libanon. Pasukan TNI ini telah siap diberangkatkan. Diperlukan biaya minimal Rp 374 miliar untuk keperluan pasukan TNI di Libanon. Nanti, biaya ini akan diganti oleh PBB. Sementara itu, hal yang sama juga disampaikan Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono. Kepada wartawan seusai menghadiri penyematan bintang penghargaan kepada mediator perdamaian Aceh di Istana Merdeka, Juwono memastikan bahwa biaya untuk memberangkatkan pasukan TNI ke Libanon akan diambilkan dari APBN-P. Juwono mengaku mendapat kepastian ini dari Menkeu Sri Mulyani pada Kamis (17/8/2006) malam. Dana itu akan digunakan untuk biaya operasional 2 bulan pertama di Libanon. Selanjutnya, seluruh biaya operasional akan ditanggung oleh PBB. Dana operasional dua bulan pertama ini juga nanti akan diganti PBB. "Kita talangi dulu dananya, karena diperkirakan butuh 60 hari sampai mekanisme PBB berjalan," ujar Juwono.
(asy/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































