KSAD Tinjau Pasukan Perdamaian
Jumat, 18 Agu 2006 11:28 WIB
Jakarta - Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Djoko Santoso memeriksa kesiapan akhir pasukannya yang akan dikirim ke Libanon. Djoko meminta agar pasukannya tidak minder dengan peralatan negara lainnya yang lebih moderen. Djoko Santoso yang didampingi Panglima Divisi Infanteri I Kostrad Mayjen TNI Rasyid Kurnaen melakukan pemeriksaan kesiapan operasi Satuan Tugas Batalyon Infanteri (Yonif) Mekanis yang tergabung dalam pasukan penjaga perdamaian PBB di Markas Divisi Infanteri I Kostrad, Cilodong, Jawa Barat, Jumat (18/8/2006). Djoko memeriksa 40 kendaraan tempur berupa panser, tank scorpion dan stromer, kendaraan penjinak bom dan alat deteksi ranjau. Semua kendaraan telah diberi warna putih dengan tulisan 'UN'.Pasukan yang tercatat dalam upacara pemeriksaan kesiapan ini diikuti sebanyak 662 personel. Salah satunya yang akan ikut ke Libanon, putra pertama Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) Letnan Satu Agus Harimurti Yudhoyono. Saat ditinjau, kendaraan tempur masih ada yang tidak memiliki GPS, sepatu panser dan tank yang belum diganti. Dalam sambutannya, Djoko mengatakan, hingga kini belum tahu kapan pasukan TNI akan dikirim ke Libanon. Bahkan, organisasi tugas juga belum pasti."Yang terbawa itu karena kehendak Allah dan yang tidak terbawa jangan kecewa. Dengan kondisi saat ini jangan minder dengan peralatan negara asing, yang penting di belakangnya, keunggulan moral adalah yang utama di samping peralatan," pinta Djoko.
(zal/)











































