Kapolri dan Jaksa Agung Jadi Korban Kehilangan
Jumat, 18 Agu 2006 03:39 WIB
Jakarta - Berada di tengah keramaian memang rawan terjadinya kehilangan. Sekalipun itu keramaian saat upacara kenegaraan memperingati HUT ke-61 RI. Kapolri dan Jaksa Agung malah sempat merasakan jadi korban kehilangan istri usai upacara. Walah! Kronologis kehilangan yang dialami dua pemimpin lembaga tinggi penegakan hukum di negara ini terjadi beberapa menit setelah upacara kenegaraan di Istana Negara, Kamis (17/8/2006). Seperti biasa, gerombolan wartawan langsung mengejar mereka untuk meminta komentar tentang isu penegakan hukum.Tidak butuh waktu, wartawan yang semula hanya satu dua orang saja menjadi kerumunan yang berdesak-desakan. Puluhan moncong alat perekam langsung mengepung Jenderal Pol Sutanto dan Arman (panggilan akrab Jaksa Agung Abdul Rahman Saleh).Saat inilah, tangan Ibu Kapolri dan Ibu Jaksa Agung yang sebelumnya mengapit lengan sang suami mulai mengendor. Mereka pun akhirnya terdesak keluar dari kerumunan. Sementara kerumunan yang terus membengkak itu melebar hingga beberapa meter."Lho, mana istri saya?" tanya Kapolri heran tiba-tiba. Keheranan mengejutkan kerumanan wartawan yang tengah mewawancarainya. Untung saja sang Istri tak hilang beneran. Mereka ternyata telah diselamatkan oleh ajudan masing-masing pejabat dari sodokan tape recorder dan lilitan kabel mike milik wartawan.Menariknya, hal ini tidak dialami oleh Menneg Lingkungan Hidup Rachmat Witoelar. Melihat wartawan datang menyongsong, Ibu Erna Witoelar segera melepaskan pegangan tangannya dan memilih sejenak menyisih. Sang suami pun tidak bingung mencari-cari.Ah! Pasti Ibu Witoelar belajar dari pengalamannya saat menjabat Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah pada era pemerintahan Presiden Gus Dur.
(wiq/)











































