Lia Dapat Remisi Bebas, Tapi Masih Mendekam di Penjara
Kamis, 17 Agu 2006 19:54 WIB
Pekanbaru - HUT RI ke-61 merupakan hari paling ditunggu-tunggu para napi. Lia napi wanita ini mendapat remisi bebas dari pemerintah. Tapi dia masih harus menjalani hukuman 2 bulan lagi. Lho?Lewat pengeras suara, nama Lia wanita usia 27 tahun ini, diminta maju ke depan. Dia yang masih duduk di bangku bagian belakang, pun siap memenuhi perintah petugas LP Pekanbaru. Wanita berambut kerinting ini salah satu dari 239 napi yang mendapat remisi bebas.Dengan celana jeans warna coklat, napi tersandung kasus narkoba ini maju ke depan. Dia menerima surat remisi bebas dari Menteri Hukum dan HAM. Setelah menerima surat remisi, dia duduk kembali di bangku bagian belakang.Lia masuk penjara sudah satu tahun. Dia divonis PN Pekanbaru bersalah atas penggunaan narkoba dengan masa hukuman satu tahun satu bulan. Surat remisi bebas itu, dia mendapat potongan masa hukuman satu bulan. Artinya, masa hukuman telah habis.Walau dapat remisi bebas, wajahnya tak seceria rekan-rekan lainnya yang sama-sama mendapat remisi bebas. Lia kelihatan sedikit lebih murung. Dia hanya tertunduk dengan wajah lesu. Penyebabnya, dia tak punya uang. "Uang itu untuk membayar hukuman subsider 2 bulan," keluhnya.Walau mendapat remisi bebas, tapi putusan hakim selain menjatuhkan hukuman satu tahun satu bulan, ada hukuman subsider 2 bulan. "Jadi saya tidak bisa langsung bebas. Lain hal kalau saya punya uang untuk membayar hukuman subsider itu," katanya memelas. Wanita berkulit sawo matang ini mengaku sudah tak punya duit lagi. Dia sudah berusah meminta kepada keluarganya untuk bisa menebus hukuman subsider itu. Tapi apalah daya, keluarganya juga tak punya dana."Biarlah, sisa hukuman 2 bulan ini tetap aku jalani dengan senang hati. Soalnya aku sendiri sudah tak punya uang untuk membayar hukuman subsider itu," katanya tanpa bersedia menyebut berapa dana yang harus dia tebus.Lia mengaku, hukuman yang tengah dia jalani, merupakan bagian dari perjalanan hidup yang tak akan pernah terulang kembali. Kelak, bila dia meninggalkan ruangan penjara yang pengab itu, Lia akan menjali kehidupan yang lebih baik lagi."Saya menggunakan narkoba, karena terpengaruh teman-teman. Ke depan, saya akan menjalani kehidupan yang lebih baik lagi. Tak ada yang indah, selain hidup bebas diluar penjara," katanya.
(wiq/)











































