Ger-geran Ketika Pemulung Surabaya Upacara Kemerdekaan

Ger-geran Ketika Pemulung Surabaya Upacara Kemerdekaan

- detikNews
Kamis, 17 Agu 2006 18:28 WIB
Surabaya - Merdeka! Kami bangga sebagai pemulung! Itulah yang berkumandang ketika 250 pemulung se-Surabaya melakukan upacara bendera memperingati ulang tahun kemerdekaan ke-61 RI di Taman Bungkul, Jl Raya Darmo Surabaya, Kamis (17/8/2006).Upacara untuk kali pertama yang dipelopori Yayasan Dana Sosial Al Falah (YDSF) ini sengaja menggandeng pemulung binaannya yang berasal dari kawasan Putat Jaya, Pradah kali Kendal, Rangkah, Kalisari, Wonorejo Rungkut, Barata Jaya dan Ngagel.Penampilan pemulung yang biasanya dekil itu sedikit ada perubahan meski tidak terlalu mewah. Di antara mereka ada yang mengenakan busana adat Madura, sedangkan lainnya terkesan seadanya tetapi terlihat lebih rapi. Bahkan ada pula yang nekat memakai sepatu bola.Suasana menjadi ger-geran ketika Mulyono asal Putat perwakilan pemulung yang kebetulan berlogat Madura membacakan naskah UUD 1945. Dengan pede-nya ia yang mengenakan celana pendek, bersepatu kets dan topi khas pemulung mulai membaca. Namun karena logatnya Madura, nadanya pun jadi terdengar lucu.Begitu pula ketika Sowandhi yang didapuk membaca naskah proklamasi juga mengundang tawa masyarakat yang menonton maupun kalangan peserta upacara.Apa daya, pria yang biasanya mencari barang bekas ini harus maju ke mimbar untuk membaca naskah proklamasi. Karena grogi, mikrofonnya jatuh, lalu diikuti naskahnya yang jatuh bertebaran ke tanah.Yang menarik, seolah menjadi gong upacara, Edy Arca Gama, pemulung asal Putat Jaya menyampaikan pesan kepada pemerintah yang disuarakan tanpa teks."Merdeka! Kami bangga sebagai pemulung, karena mampu membantu Surabaya untuk menjadi kota bersih. Untuk itu, kami meminta agar pemerintah juga mempehatikan dan tidak menggusur kita. Ayo! Kita berdoa bersama-sama agar Surabaya, khususnya Jawa Timur dan Indonesia tidak mengalami bencana lagi. Pemulung bukan pekerjaan hina. Pemulung bisa memasok devisa negara," serunya disambut tepuk tangan meriah para pemulung. (sss/)



Berita Terkait