Warga Tionghoa Juga Agustusan
Kamis, 17 Agu 2006 17:42 WIB
Surabaya - Kemerdekaan milik semua bangsa Indonesia. Tak terkecuali bagi warga Indonesia keturunan Tionghoa yang tinggal Surabaya.Untuk kelima kalinya, masyarakat Tionghoa dan sebagian besar pedagang menggelar upacara detik-detik proklamasi di komplek Pasar Atum Mall, Jl Stasiun Kota, Surabaya, Kamis (17/8/2006).Upacara yang juga diwarnai kesenian tradisional reog Ponorogo itu dihadiri Bos Senopati Perkasa Didi Wulyadi Simson, Wakil Kepala Konjen RRC Cong Reming, Ketua Paguyuban Masyarakat Tionghoa Surabaya Liem Ou Yen, serta Kapolsekta Pabean Cantikan AKP Wiwik Setyaningsih.Pada upacara kali ini juga memberikan penghargaan dan santunan pada sekitar 50 veteran Pejuang 45 yang khusus diundang. Direktur PT Senopati Perkasa Pamungkas Didi W Simson didaulat menjadi inspektur upacara bendera.Upacara itu berlangsung seperti upacara lainnya. Ada paduan suara yang menyanyikan "Indonesia Raya", pembacaan teks proklamasi dan lainnya.Usai upacara, Wakil Ketua Paguyuban Warga Tionghoa Surabaya Ridwan Sugianto Harjono menyatakan semua masyarakat Tionghoa pantas dan wajib merayakan ulang tahun Indonesia."Sebagai warga negara Indonesia, kita semua patut mensyukuri kemerdekaan yang diperoleh melalui perjuangan para pahlawan dan seluruh komponen bangsa lainnya. Warga keturunan Tionghoa pun wajib berbakti kepada bangsa dan negara," katanya.Ridwan berharap dengan adanya kebijakan pemerintah yang menyatakan semua warga negara tanpa melihat ras, suku dan agama memberikan kesempatan dan hak yang sama, bisa menghapus image yang menyatakan warga Tionghoa adalah "warga negara nomor dua"."Warga keturunan Tionghoa seperti warga keturunan suku lain juga memiliki kewajiban dan hak yang sama sebagai warga negara Indonesia," tambahnya.Ia sendiri mengakui jika sampai saat ini masih ada perlakuan diskriminatif terhadap keturunan Tionghoa dalam kehidupan sehari-harinya."Tapi perlakuan diskriminatif yang menimpa kami itu hanya dilakukan oleh sebagian aparat. Biasa, kebijakan dari atas tidak bisa langsung diimplementasikan yang di bawahnya," sesalnya.
(sss/)











































