Menneg LH Minta Lumpur Lapindo Dibuang ke Tengah Laut
Kamis, 17 Agu 2006 14:06 WIB
Jakarta -
Semburan lumpur panas di Sidoarjo, Jawa Timur belum berhenti. Untuk mengatasinya, Menteri Negara Lingkungan Hidup (Menneg LH) Rachmat Witoelar meminta Lapindo Brantas Inc membuang lumpur ke tengah laut, namun juga harus memperhatikan keamanan baku mutu dan ekosistem laut."Sebab kalau dibuang tidak aman, yang di sini aman yang di sana celaka," ujar Rachmat usai mengikuti upacara detik-detik proklamasi di Istana Merdeka, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Kamis (17/8/2006).Rachmat menyarankan agar lumpur dibuang ke tengah laut. Namun sebelum dibuang ke laut, Lapindo harus membuat instalasi penjernihan supaya tidak menimbulkan penyakit."Kalau sudah dilakukan itu baru bisa dibuang ke sungai atau ke laut. Kalau yang dibela 7.000 orang, yang kena 100 ribu orang, di mana logikanya, pantai bisa rusak," tandas Rachmat.Mengenai informasi Lapindo yang telah membuang lumpur ke laut, Rachmat mempertanyakannya. "Bagaimana bisa, itu kan jaraknya 12 km, pakai apa. Pakai truk?" cetus Rachmat.Menurutnya, proses pembuangan lumpur harus melalui tambak. Minimal diperlukan waktu 1 bulan untuk mempersiapkan segalanya.Apa Kementerian LH sudah melakukan kajian pemanfaatan lumpur? "Lumpur itu bisa dijadikan bata dan bahan bangunan lain," jelas Rachmat.
(mly/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































