Indonesia Ulang Tahun ke-61
Kamis, 17 Agu 2006 06:15 WIB
Jakarta - "Tujuh belas Agustus tahun empat lima... Itulah hari kemerdekaan kita..."Itulah sekelumit lagu yang diciptakan H Mutahar. Lagu ini menjadi lagu wajib Indonesia setiap memperingati kemerdekaannya.61 tahun yang lalu, 2 pemuda Soekarno dan M Hatta dengan gagah berani mengumumkan kemerdekaan Indonesia di saat Perang Dunia II sedang berkecamuk.Mereka memproklamasikan kemerdekaan Indonesia yang selama 3,5 abad dijajah Belanda dan 3,5 tahun dijajah Jepang. Jalan Pegangsaan Timur 56, Cikini, Jakarta Pusat menjadi saksi sejarah besar negara ini.Dan 61 tahun yang lalu juga, bendera Merah Putih untuk pertama kalinya dapat berkibar bebas di udara. Alam kemerdekaan dari penjajahan pun mulai dihirup rakyat Indonesia.Untuk mengenang peristiwa itu, setiap tanggal 17 Agustus diadakan peringatan detik-detik Proklamasi di Istana Merdeka. Peringatan yang dimulai pukul 10.00 WIB ini dipimpin langsung Presiden dengan didampingi wakilnya.Runtutan acara pun dibuat sedemikian rupa persis dengan kejadian 61 tahun yang lalu itu. Dari pembacaan teks Proklamasi dan pengibaran Bendera Merah Putih.Di kampung-kampung, perayaan ulang tahun Indonesia ini biasanya ditandai dengan digelarnya pesta rakyat. Sejumlah perlombaan diselenggarakan, seperti balap karung, tarik tambang, dan panjat pinang.Rakyat tampaknya sedikit terbuai dengan digelarnya pesta sesaat itu. Mereka sepertinya lupa akan kondisi negaranya yang ternyata masih terbelenggu dari 'penjajah' modern. Tidak dapat dipungkiri, untuk urusan ekonomi, kita masih dijajah dengan urusan utang dari lembaga yang berisi negara-negara yang mengaku sebagai negara donor. Kita diwajibkan untuk mengikuti kebijakan yang telah digariskan 'lembaga donor' itu.Persoalan ekonomi ini menyulut berbagai persoalan lainnya yang harus dihadapi bangsa ini. Seperti persoalan korupsi yang tidak ada henti-hentinya.Selain persoalan ekonomi, bangsa ini juga mengalami persoalan lainnya seperti menjangkitnya sejumlah penyakit berbahaya dan mematikan seperti flu burung. Serangkaian bencana alam yang terjadi sebelum perayaan kemerdekaan ini menambah kerumitan yang dihadapi sekitar 240 juta orang. Dengan hari jadi ini, kita bisa saja berharap segala kesulitan dapat dilalui bangsa ini dengan mulus. Merdeka bung!
(ary/)











































