60 Gajah di Taman Nasional Tesso Nilo Terancam Punah
Rabu, 16 Agu 2006 22:17 WIB
Pekanbaru - Meningkatnya pembakaran hutan di Taman Nasional Tesso Nilo, Riau mengancam habitat gajah. Sekitar 60 ekor gajah yang mendiami taman nasional itu pun terancam punah.Padahal sejak 4 tahun lalu, taman nasional ini menjadi kawasan baru bagi konservasi gajah. Karena apabila gajah-gajah liar di Riau mengganggu masyarakat, maka mereka akan dipindahkan ke kawasan taman nasional ini.Namun, kondisi taman nasional ini selain terjadi pembakaran lahan, juga terjadi perluasan perkebunan milik penduduk yang dilakukan secara ilegal. Dan akibatnya, gajah-gajah yang berada di dalam taman nasional itu dapat keluar dan merambah kawasan lainnya. "Saya baru saja menerima laporan dari WWF, bahwa gajah-gajah di taman nasional seluruhnya dipastikan keluar dari habitatnya. Karena adanya aktivitas pembakaran lahan. Kalau ini terus dibiarkan maka akan menimbulkan konflik baru di sekitar kawasan taman," kata Ketua Pusat Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Pusdalkarhutla) Riau, Wan Abu Bakar dalam jumpa pers di kediamannya, Jl Gatot Subroto, Pekanbaru, Rabu (16/8/2006).Efek dari keluarnya gajah-gajah ini dari habitatnya, akan menyebabkan hewan bertubuh besar itu kembali mengganggu ladang penduduk. Yang kebetulan berada tidak jauh dari taman nasional.Selain merusak perkebunan, konflik yang dikhawatirkan adalah terjadinya aksi perlawanan dari masyarakat setempat. Seperti yang sering terjadi di Riau, apabila terjadi konflik antara gajah dan manusia, maka gajah menjadi sasaran empuk untuk dibunuh ataupun di buru oleh masyarakat. Mereka berdalih penyelamatan warga atau pun penyelamatan kawasan perkebunan mereka."Bila pemerintah tidak tanggap untuk bersama mengatasi titik api ini, maka kami sangat khawatir gajah-gajah liar yang berada di taman nasional akan menjadi perburuan empuk oleh oknum-oknum pemburu liar," jelasnya.Kabar terakhir yang diterima Pusat Pengendalian Kebakaran Hutan, 30 ekor gajah liar sudah merusak kawasan perkebunan kelapa sawit milik penduduk. Perkebunan seluas 50 hektar itu berada di Kabupaten Telalawan. karena itu dia ebrhaerap balai konsercasi sumebr daya alam riau yang mempunyai kewajiban dalam menyelaatkan satwa yang dilindungi harus segera menyelamatkan anggotanya untuk menyelaatkan gajah2 itu."Kita khawatir jangan-jangan malah ada gajah yang masih terjebak di kawasan yang terabkar itu. Kalau sudah ebgini, dunia internasional akan kembali menghujat Indonesia sebagai negara yang tidak bisa menyelamatkan satwa yang dilindungi," keluhnya.
(ary/)











































