Keberangkatan Pasukan TNI ke Libanon Belum Jelas
Rabu, 16 Agu 2006 21:00 WIB
Jakarta - Hingga kini belum jelas kapan 1.000 personel TNI yang akan menjadi penjaga perdamaian dikirim ke Libanon. Pemerintah RI masih menunggu hasil rapat tentang struktur peace keeping force dan perencanaan PBB."Setelah 4 hari keluar resolusi 1701 dan gencatan senjata, belum ada deploy pasukan penjaga perdamaian di Libanon Selatan," jelas Menlu Hassan Wirajuda.Hal tersebut dijelaskan Menlu dalam jumpa pers usai rapat informal antara Menko Polhukam Widodo AS, Menhan Juwono Sudarsono, Panglima TNI Marsekal Djoko Soeyanto dengan Komisi I DPR RI di kantor Departemen Pertahanan, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta, Rabu (16/8/2006).Dijelaskan Wirajuda, saat ini PBB tengah melakukan rapat tentang struktur peace keeping force, negara tambahan yang ikut serta, kapan diberangkatkan dan berapa jumlahnya. Untuk tahap pertama, sekitar satu sampai dua minggu ini diperlukan pasukan penjaga perdamaian di Libanon sekaitar 3.000 hingga 3.500 personel.Sementara, Menko Polhukam Widodo AS mengatakan, guna pengiriman pasukan perdamain perlu tahapan yang dilakukan oleh Deputi Peace Keeping Force PBB, termasuk melakukan lobi-lobi dengan negara peserta. Indonesia sendiri tetap komitmen untuk mengirimkannya.Sebenarnya permintaan agar Indonesia mengirimkan pasukannya ke Libanon sudah disampaikan Presiden Prancis dan PM Libanon kepada Presiden SBY. "Soal kapan berangkatnya, ini menjadi bagian proses perencanaan PBB," tegas Widodo.
(ary/)











































