FPDIP Nilai Pidato SBY tentang Kesehatan Tak Sesuai Realita
Rabu, 16 Agu 2006 19:51 WIB
Jakarta - Selain mengkritik bidang pendidikan, FPDIP juga mengkritik pemerintah tentang penanganan di bidang kesehatan. Pidato kenegaraan Presiden SBY mengenai bidang kesehatan dinilai biasa-biasa saja, tidak seusai realita. "Kalau buat saya pidato kenegaraan Presiden tadi tidak ada yang menarik. Biasa-biasa aja. Dari sisi kesehatan bertentangan dengan realita di lapangan," ucap anggota komisi IX dari FPDIP Ribka Tjiptaning dalam jumpa di gedung DPR, Jl. Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (16/08/2006).Menurut dia, rencana penurunan harga obat generik akan sia-sia. Hal tersebut percuma karena obat generik tetap tidak akan laku karena jarang ada dokter yang mau menulis resep obat generik. "Yang penting kan bagaimana memotivasi dokter meresep itu obat. Jadi nggak ada gunanya juga diturunkan generik, tapi nggak ada yang laku dan ngeresepin," imbuh Ribka yang dokter ini.Usai menjelaskan masalah obat generik, Ribka lalu memaparkan tentang permasalahan Asuransi Kesehatan Miskin (Askeskin). Menurut dia, di lapangan, Askeskin masih mengalami banyak kendala. Bahkan beberapa direktur rumah sakit sampai harus ia telepon supaya mau melayani pasien miskin pemegang kartu Askeskin.Lebih lanjut, dia menuturkan kartu Askeskin belum terdistribusi dengan baik. "Menurut BKKBN, 60-70 juta yang harus dapat Askeskin tapi ini di lapangan pun tidak semua dapat," papar Ripka. Penganaktirian pada pasien miskin tetap berlangsung walau pasien sudah menunjukkan Surat Keterangan Tanda Miskin (SKTM) dari RT/RW setempat. Terhadap hal ini Ribka berkomentar, "Ini artinya belum bisa jalan dengan dana Rp 3,6 triliun yang sudah dianggarkan untuk keluarga miskin."
(asy/)











































