Bayi Syafitri Menderita Melena
Rabu, 16 Agu 2006 18:24 WIB
Jakarta - Kondisi bayi berkepala dua Syafitri terus memprihatinkan. Terakhir bayi mungil yang lahir tidak normal itu mengalami melena atau berak-berak. Tapi kondisi ini diakibatkan obat yang sedang diminumnya."Karena ada kelainan pada paru-parunya perlu diberikan obat. Kadang kala pada bayi yang sensitif atau tidak kuat akan menimbulkan efek samping seperti berak-berak," kata Ketua Tim Dokter RS Pelni Ketut Lila Murti dalam jumpa pers di kantornya, Jl KS Tubun, Petamburan, Jakarta, Rabu (16/8/2006).Murti menambahkan, bayi berusia sembilan hari ini, sedang menjalani proses transfusi supaya tidak kehilangan cairan tubuh terlalu banyak.Sementara berdasarkan hasil perkembangan pemeriksaan terhadap Syafitri yang dilakukan tim dokter gabungan dari RS Pelni, RS Jantung Harapan Kita, dan Ilmu Kesehatan Anak FKUI/RSCM dan Bedah Anak FKUI/RSCM menunjukkan banyak kejanggalan yang dialami organ tubuh Syafitri.Untuk kondisi jantung yang seharusnya milik bayi kanan dan kiri justru menyatu, sehingga dengan kelainan tersebut maka jantung Syafitri tidak mungkin dipisahkan."Tidak akan ada intervensi apa pun pada kelainan jantung apalagi operasi," jelas Kepala RS Pelni Petamburan Sri Rachmani.Sedangkan ginjal terdapat 2 untuk bayi kiri dan kanan. Tapi kondisi ginjal kanan kecil dan tidak berkembang."Kalau paru-paru, bayi kanan memiliki dua paru yaitu paru kanan yang mengembang baik dan paru kiri yang kecil dan terdesak ke atas. Sedangkan bayi kiri hanya memiliki satu paru yaitu paru kiri," papar Sri.
(ahm/)











































