Hormati Pahlawan, Wartawan Pekanbaru Harus Pakai Dasi

Hormati Pahlawan, Wartawan Pekanbaru Harus Pakai Dasi

- detikNews
Rabu, 16 Agu 2006 17:17 WIB
Pekanbaru - Tahun sebelumnya Pemerintah Provinsi Riau melarang masyarakat menyaksikan upacara 17 Agustus. Kali ini, Humas Pemprov Riau membuat peraturan baru membatasi jumlah wartawan untuk meliput. Tak cuma itu, wartawan juga disuruh pakai dasi untuk menghormati jasa pahlawan.Wartawan di Pekanbaru yang ingin meliput upacara detik-detik proklamasi di halaman Kantor Gubernur Riau, Jl Sudirman, tidak lagi bisa sembarangan masuk. Dalam lembaran pengumuman di Kantor Humas Pemprov Riau, dijelaskan bahwa wartawan yang meliput harus berpakaian rapi. Bagi jurnalis laki-laki, harus menggunakan baju lengan panjang dan pakai dasi serta celana kain. Celana jeans terlarang. Bagi wartawati, juga harus menyesuaikan dan dilarang pakai celana jeans. Wartawan yang meliput juga tidak dibenarkan menyandang tas ransel, apalagi memakai sandal. Selain itu, Humas Pemprov Riau juga membatasi jumlah wartawan yang boleh meliput acara tersebut. Humas hanya mengajukan 50 nama wartawan cetak dan eletronik yang boleh meliput 17-an. Mereka pun dibekali kartu liputan yang dikeluarkan Pemprov Riau. Dengan hanya 50 jurnalis ini, artinya kartu peliputan hanya diperuntukkan bagi media lokal. Sebagian besar jurnalis media nasional tidak mendapatkan kartu liputan yang dikeluarkan Humas Pemprov Riau.Peraturan ini baru pertama kali diterapkan oleh Pemprov Riau. Sebelumnya, wartawan bebas meliput dan tidak dibatasi jumlahnya. Bagi wartawan yang tidak mematuhi peraturan baru tersebut, dengan tegas Humas Pemprov Riau melarang wartawan untuk bisa memasuki halaman upacara. Kabag Humas Pemprov Riau, Surya Maulana, kepada detikcom mengatakan, tujuan wartawan harus menggunakan dasi hanya sekadar untuk menghormati jasa-jasa pahlawan yang telah berjuang demi bangsa dan negara. "Kalau wartawan pakai dasi dan celana dasar (kain) kan kelihatan lebih rapi. Lagipula ini kan cuma setahun sekali. Apa salahnya kita sama-sama menghormati acara kenegaraan ini," kata Surya saat ditemui di ruang kerjanya. Mengenai pembatasan jumlah wartawan yang meliput, menurutnya, pihaknya tidak pernah membatasi jumah wartawan. Hanya saja, sesui dengan perintah Biro Umum Pemprov Riau, jumlah wartawan yang diizinkan meliput hanya 50 orang. "Saya sebenarnya sudah minta penambahan kartu peliputan sampai 100 orang. Tapi kayaknya Biro Umum hanya menyediakan kartu peliputan untuk 50 orang saja. Jadi saya mau bagaimana lagi, saya kan cuma anak buah," kata Surya. (nrl/)


Berita Terkait