Penembakan Kapal Nelayan, Jepang-Rusia Bersitegang
Rabu, 16 Agu 2006 14:22 WIB
Tokyo - Pemerintah Jepang dan Rusia bersitegang. Gara-garanya, sebuah kapal patroli Rusia menembaki kapal nelayan Jepang di dekat pulau yang dipersengketakan kedua negara. Seorang nelayan Jepang tewas dalam insiden itu.Pemerintah Jepang pun berang. Tokyo menganggap penembakan itu benar-benar tidak bisa diterima dan Rusia harus memberi kompensasi.Negeri sakura itu juga menyerukan pembebasan awak kapal yang selamat dalam penembakan itu. Mereka ditahan otoritas Rusia setelah penembakan. Otoritas Rusia berdalih bahwa penembakan itu terjadi karena kapal nelayan Jepang tidak mematuhi perintah untuk berhenti. Demikian seperti diberitakan kantor berita Jepang, Kyodo, Rabu (16/8/2006).Peristiwa berdarah ini terjadi di dekat Pulau Kaigara, satu dari beberapa pulau yang dikelola Rusia namun diklaim oleh Jepang. Buntut kejadian ini, Kementerian Luar Negeri Jepang memanggil Deputi Duta Besar Rusia untuk Jepang dan menyampaikan protes Jepang."Dari sikap kami mengenai isu wilayah, insiden luar biasa ini, yang kemungkinan menyebabkan kematian seorang anggota kru adalah benar-benar tidak bisa diterima," tegas kementerian Jepang."Negara kami mendesak kuat agar Rusia mencegah terulangnya insiden serupa," imbuh statemen kementerian.Badan Perikanan Jepang mengakui, keberadaan kapal nelayan Jepang di lokasi penembakan tersebut memang ilegal. Namun belum jelas apakah awak kapal sedang menangkap ikan saat itu. Namun menurut Kementerian Luar Negeri Jepang, kapal nelayan tersebut berada di wilayah perairan Jepang.Ini merupakan insiden penembakan pertama yang merenggut nyawa warga Jepang di wilayah sengketa tersebut sejak insiden serupa terjadi pada Oktober 1956 silam.
(ita/)











































