Lumpur Lapindo Dialirkan ke Desa Besuki dan Kedungcangkring
Rabu, 16 Agu 2006 13:08 WIB
Sidoarjo - Sudah 2 bulan lebih semburan lumpur dari pengeboran Lapindo Brantas Inc berlangsung. Bahkan eskalasi semburan semakin deras dan belum ada tanda-tanda akan berhenti. Pihak Lapindo pun kian kerepotan untuk menangani semburan ini.Pantauan detikcom, Rabu (16/8/2006) dari helikopter yang mengitari lokasi semburan lumpur, terlihat aliran lumpur cenderung ke arah timur dan selatan, menuju Desa Besuki, Kecamatan Besuki dan Desa Kedungcangkring, Kecamatan Jabon, Sidoarjo.Di dua desa ini terdapat kolam pengendapan lumpur. Untuk Desa Besuki terdapat kolam seluas 11,7 hektar milik 106 warga. Lapindo menyewa lahan ini untuk penampungan lumpur dengan nilai sewa Rp 759 juta.Sedangkan aliran lumpur yang menuju Desa Kedungcangkring masuk ke kolam pengenapan lumpur seluas 12,8 hektar. Pihak Lapindo menyewa lahan ini dari 74 warga dengan nilai sewa Rp 552 juta.Meski sudah dibuat kolam penampungan lumpur atau sering disebut pon, luapan lumpur masih menyebar ke sejumlah tempat. Tampak jelas dari udara, di sejumlah lokasi dilakukan peninggian tanggul. Truk-truk berisi pasir, batu dan tanah terus menerus memuntahkan muatannya. Demikian juga alat berat lainnya melakukan pengurukan dan pengerasan tanggul.
(jon/)











































