MMI Ngotot Kirim Laskar ke Libanon
Rabu, 16 Agu 2006 12:41 WIB
Jakarta - Pemerintah sudah melarang pengiriman laskar-laskar ke Libanon. Namun hal ini ternyata tidak berlaku bagi Majelis Mujahidin Indonesia (MMI). Mereka tetap ngotot untuk memberangkatkan para relawan jihad ke negara yang berperang dengan Israel itu."Kami akan mengirimkan meski tidak ada jaminan dari pemerintah. Karena kami tidak mendapatkan sedikit pun bantuan dari pemerintah, ya kami tidak akan memberikan informasi apa pun," kata Kepala Departemen Data dan Informasi MMI Fauzan Al Anshori usai acara pembekalan para laskar di Masjid Al Munawaroh, Tanah Abang, Jakarta, Rabu (16/8/2006).Fauzan juga menegaskan, pihaknya tidak khawatir jika tindakan kelompoknya disebut ilegal atau menyalahi aturan yang berlaku. "Saya tidak khawatir disebut tindakan ilegal. Ini tindakan yang sah menurut Allah dan sunnah rasul," tegas Fauzan.Fauzan menjelaskan, untuk pembiayaan pemberangkaan para laskar, pihaknya masih mencari bantuan dana dari masyarakat muslim. "Untuk tiket pesawat saja butuh US$ 950 dan biaya hidup US$ 1.000 per bulan," papar Fauzan.Menurut Fauzan, pengiriman ini masih diperlukan meski gencatan senjata sudah dilakukan. Ia menilai gencatan senjata itu akan dikhianati oleh Israel.Dalam kesempatan tersebut, Fauzan juga menyatakan kekecewaannya terhadap TNI-Polri yang tidak ingin melatih para laskar MMI yang ingin berangkat ke Libanon."Saya kecewa terhadap kepolisian yang sudah menolak untuk memberikan pelatihan kepada kami, demikian juga dari pihak TNI," sesal Fauzan.
(ahm/)











































